Torajachannel.com,Makassar — Produk unggulan daerah tidak cukup sekadar dikenal sebagai produk khas. Pemerintah Kabupaten Tana Toraja kini mendorong agar potensi tersebut memiliki data yang kuat dan dapat dikembangkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Upaya itu dibahas Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto L. Paundanan, S.H., M.H., saat menghadiri Pertemuan Awal Rekonsiliasi Data One Village One Product (OVOP) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan di Hotel Horison Makassar, Sabtu (17/10/2026).
Erianto hadir bersama Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Tana Toraja, Yohanis Some, S.P., M.M.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut tidak sekadar membahas pendataan. Pemerintah kabupaten dan kota diarahkan menyusun data produk unggulan secara seragam, melakukan validasi, serta menetapkan mekanisme dan jadwal penyelesaian rekonsiliasi.
Setiap daerah diminta menyiapkan satu produk unggulan beserta dokumen pendukungnya. Langkah ini menjadi fondasi untuk memetakan produk yang memiliki potensi dikembangkan secara lebih serius.
Melalui OVOP, produk lokal diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat. Pengembangan produk juga dapat diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sehingga manfaat ekonominya tidak berhenti pada produksi, tetapi turut dirasakan masyarakat yang berada di sepanjang rantai usahanya.
Bagi Tana Toraja, program tersebut membuka peluang untuk memperkenalkan potensi lokal melalui pendekatan yang lebih terukur. Data yang akurat akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan produk yang layak diprioritaskan untuk dikembangkan.
Keikutsertaan Tana Toraja dalam forum tersebut sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menghubungkan potensi lokal dengan agenda penguatan ekonomi daerah.
Jika dikelola secara konsisten, produk unggulan daerah bukan hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Tana Toraja.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














