Upaya membenahi aliran sungai di jantung Kota Makale, Kabupaten Tana Toraja, terus digenjot.
Setelah Sungai Aka dan Sungai Surame, kini giliran Sungai Starda yang menjadi sasaran normalisasi.
Pemerintah daerah mengerahkan alat berat jenis excavator untuk mengeruk endapan material dan membersihkan sampah yang berpotensi menghambat aliran air, Rabu (14/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Tana Toraja mengantisipasi ancaman banjir yang dapat mengintai kawasan perkotaan ketika curah hujan meningkat.
Sungai yang dipenuhi endapan dan sampah berisiko mengalami penyumbatan, sehingga aliran air tidak berjalan optimal.
Dengan pengerahan alat berat, endapan material di dasar sungai diangkat agar aliran air kembali lebih lancar.
Normalisasi tersebut juga menjadi langkah antisipatif untuk mengurangi risiko genangan hingga banjir di kawasan Kota Makale.
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, menegaskan bahwa penanganan sungai tidak boleh dilakukan secara reaktif atau baru bergerak setelah banjir melanda permukiman warga.
“Penanganan sungai tidak cukup hanya dilakukan ketika terjadi banjir. Kondisi sungai perlu dijaga dan dibersihkan secara berkala agar aliran air tetap lancar, terutama saat curah hujan meningkat,” ujar Zadrak.
Menurutnya, normalisasi sungai merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi bencana.
Karena itu, penanganan tidak berhenti pada satu titik, tetapi dilakukan secara bertahap pada sejumlah aliran sungai di kawasan perkotaan.
Namun, pengerahan alat berat dan upaya pengerukan sungai tidak akan memberikan hasil maksimal jika perilaku masyarakat justru memperparah persoalan.
Sampah yang dibuang sembarangan dapat kembali menumpuk dan menghambat aliran air yang telah dibersihkan.
Zadrak pun mengingatkan warga agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Ia menekankan bahwa menjaga sungai tetap bersih bukan semata-mata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
“Selain upaya dari pemerintah, kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke sungai juga sangat penting. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” harapnya.
Melalui normalisasi Sungai Starda, Pemkab Tana Toraja berharap aliran air di kawasan Kota Makale tetap terjaga, sementara risiko banjir akibat penyumbatan sungai dapat ditekan.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai secara berkelanjutan.
Sebab, sebesar apa pun upaya pengerukan yang dilakukan, sungai akan kembali dipenuhi sampah jika kesadaran menjaga lingkungan tidak tumbuh di tengah masyarakat.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














