Tak Lagi Identik dengan Orang Tua, Anak Muda Tana Toraja Mulai Tekuni Profesi Penenun

- Wartawan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Torajachannel.com, Makale—Kain tenun Tana Toraja tak lagi hanya menjadi warisan yang dititipkan dari generasi ke generasi. Di tengah perubahan zaman, anak-anak muda mulai mengambil peran untuk menjaga tradisi itu tetap hidup.

Fenomena tersebut terlihat dalam gelaran Pesona Tenun dan Budaya Tana Toraja 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Tana Toraja di Pasar Seni, Kecamatan Makale, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Lebih dari sekadar pergelaran budaya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mendorong keberlanjutan kain tenun sebagai salah satu kekayaan budaya Toraja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi masyarakat Toraja, tenun bukan sekadar kain untuk dikenakan. Motif, warna, hingga proses pembuatannya mengandung filosofi yang berkaitan erat dengan nilai-nilai kehidupan dan identitas budaya masyarakat Toraja.

Salah satu rangkaian utama kegiatan itu adalah lomba menenun. Lebih dari 100 peserta dari 19 kecamatan di Tana Toraja ambil bagian. Menariknya, peserta tidak hanya didominasi penenun berusia lanjut.

Di antara deretan perempuan yang tekun memainkan alat tenun, terlihat pula sejumlah penenun muda. Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa keterampilan yang selama ini identik dengan generasi tua mulai menemukan tempat di kalangan anak muda.

Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, mengatakan kegiatan Pesona Tenun dan Budaya kembali digelar setelah sukses dilaksanakan pada 2025. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan sebagai seremoni atau promosi kebudayaan.

BACA JUGA :  Bertahan hingga Acara Usai, Pesona Tenun dan Budaya Tana Toraja Sukses Menyita Perhatian Menteri Koperasi

Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangkitkan minat generasi muda untuk menekuni usaha tenun sekaligus menjadikannya sebagai sumber penghasilan.

“Kita bisa lihat dan saksikan saat ini, sudah banyak anak-anak muda yang ikut dalam lomba menenun. Ini adalah salah satu efek positif dari kegiatan yang kita laksanakan,” kata Zadrak.

Menurut Zadrak, perkembangan industri tenun di Tana Toraja juga menunjukkan peluang ekonomi yang cukup besar. Ia mengatakan permintaan kain tenun dari para penenun lokal meningkat setelah kegiatan serupa digelar pada tahun sebelumnya.

Karena itu, pemerintah daerah berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni keterampilan tersebut.

“Kita berharap ke depan semakin banyak anak muda yang memiliki minat menjadi penenun. Selain merawat warisan leluhur, keterampilan menenun juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena kain tenun Tana Toraja sudah dikenal secara nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Dari Simbuang, Menenun Sejak SMP

Cerita tentang regenerasi penenun juga datang dari Agustina, 23 tahun, penenun muda asal Kecamatan Simbuang. Ia menjadi salah satu peserta yang ikut berkompetisi dalam lomba menenun.

Agustina mulai mengenal alat tenun sejak duduk di bangku SMP. Keterampilan itu diperolehnya dari orang tuanya yang lebih dulu menekuni tradisi menenun.

BACA JUGA :  Digelar di Tongkonan Layuk Kaero, Ini Sanksi Untuk Pandji Pragiwaksono

Bagi Agustina, menenun bukan hanya cara mempertahankan warisan leluhur. Keterampilan tersebut juga menjadi salah satu sumber mata pencaharian yang menjanjikan.

Selama menekuni profesi itu, ia telah menghasilkan berbagai motif kain tenun yang dipasarkan di Tana Toraja maupun ke luar daerah. Bahkan, produknya telah dipesan pembeli dari Jakarta.

“Saya sudah dua kali hadir di kegiatan ini. Sangat bagus karena lebih banyak yang tertarik menenun. Hasilnya dijual di Galeri Dekranasda Tana Toraja, biasa juga dijual online. Yang pesan ada dari Jakarta,” kata Agustina kepada REPLIKNEWS sembari tetap menenun.

Ia berharap kegiatan Pesona Tenun dan Budaya dapat terus digelar setiap tahun. Menurut dia, kegiatan semacam ini penting bagi penenun, terutama mereka yang berasal dari kampung, untuk memperkenalkan hasil karya sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Harapannya tahun depan bisa diadakan lagi kegiatan seperti ini supaya orang-orang di kampung juga bisa lebih meningkatkan penghasilannya,” ujarnya.

Di tengah derasnya arus modernisasi, munculnya penenun muda seperti Agustina menunjukkan bahwa tradisi tidak selalu harus berhadapan dengan zaman. Justru, ketika diberi ruang untuk berkembang dan memiliki nilai ekonomi, warisan leluhur dapat menemukan generasi baru yang bersedia menjaganya tetap hidup.

Penulis : Adi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polisi Amankan Enam Sopir di Tana Toraja, Diduga Salahgunakan BBM Solar
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Padangiring, Dinsos Turun Salurkan Bantuan
BBM Bersubsidi Mulai Diatur Ganjil-Genap, Pemda Tana Toraja Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Pemkab Tana Toraja Terapkan Ganjil-Genap dan Batasi Pembelian BBM Bersubsidi
Tim Terpadu Selamatkan Rumah Warga yang Dikepung Api, Seorang Pemuda Diamankan Polisi
Pemda Tana Toraja Tak Biarkan Daud Tappi’ Terlunta, Diberi Tempat Tinggal dan Pekerjaan
Manfaatkan Musim Kemarau, Pemkab Tana Toraja Kerahkan Dua Excavator Keruk Sungai Makale
Kapolres Tana Toraja Turun Langsung Dukung Gerakan Indonesia Asri

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57 WIT

Polisi Amankan Enam Sopir di Tana Toraja, Diduga Salahgunakan BBM Solar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:53 WIT

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Padangiring, Dinsos Turun Salurkan Bantuan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:05 WIT

BBM Bersubsidi Mulai Diatur Ganjil-Genap, Pemda Tana Toraja Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:31 WIT

Pemkab Tana Toraja Terapkan Ganjil-Genap dan Batasi Pembelian BBM Bersubsidi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:18 WIT

Tim Terpadu Selamatkan Rumah Warga yang Dikepung Api, Seorang Pemuda Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Berita Tana Toraja

Polisi Amankan Enam Sopir di Tana Toraja, Diduga Salahgunakan BBM Solar

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIT

Berita Pemerintah

Booth Tana Toraja Raih Juara III, Bupati Terima Hadiah Rp15 Juta

Rabu, 21 Okt 2026 - 09:26 WIT

Berita Pemerintah

Bupati Tana Toraja Ramaikan Lomba Masak Nasi Goreng 357 Sulsel

Rabu, 21 Okt 2026 - 09:24 WIT

error: Content is protected !!