Torajachannel.com,Makale—Kehadiran Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono dalam Festival Pesona Tenun dan Budaya Tana Toraja 2026 bukan sekadar kunjungan seremonial.

Di tengah rangkaian acara yang berlangsung sejak siang hingga malam, Ferry memilih tetap berada di lokasi dan mengikuti jalannya kegiatan hingga penutupan sekitar pukul 23.00 WITA.
Ferry hadir untuk menyaksikan langsung geliat tenun dan kreativitas masyarakat Tana Toraja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia tidak hanya menghadiri acara pembukaan, tetapi juga menyempatkan diri melihat lomba tenun dan rancang busana yang digelar pada siang hari.
Perhatian Ferry terhadap kegiatan tersebut berlanjut hingga malam. Saat sebagian tamu dan peserta mulai meninggalkan lokasi, Menteri Koperasi itu masih berada di tengah rangkaian acara penutupan dan menyaksikan pertunjukan hingga kegiatan benar-benar berakhir.
Ketahanannya mengikuti acara selama berjam-jam menjadi pemandangan tersendiri.
Di tengah padatnya agenda seorang pejabat negara, Ferry menunjukkan ketertarikannya terhadap kegiatan yang mengangkat tenun dan budaya lokal tersebut dengan tetap bertahan di lokasi hingga larut malam.
Lomba tenun dan fashion show menjadi salah satu bagian yang mencuri perhatian dalam festival tersebut.
Para peserta menampilkan kreasi yang memadukan motif dan kain tradisional Toraja dengan rancangan busana yang lebih modern.
Dari panggung lomba, tenun tidak lagi sekadar kain tradisional. Ia tampil sebagai karya yang memiliki nilai seni sekaligus peluang ekonomi. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam kehadiran Menteri Koperasi di Tana Toraja.
Ferry sebelumnya juga menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan tenun Tana Toraja melalui penguatan kelembagaan koperasi.
Menurut dia, potensi produk lokal perlu mendapatkan dukungan agar mampu berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat.
Kehadiran Ferry hingga penghujung acara memperlihatkan bahwa tenun dan budaya lokal tidak hanya menjadi bagian dari agenda festival, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.
Festival Pesona Tenun dan Budaya Tana Toraja 2026 akhirnya ditutup setelah rangkaian kegiatan berlangsung hingga malam.
Jarum jam telah mendekati pukul 23.00 WITA ketika acara berakhir, namun perhatian terhadap tenun Toraja yang ditunjukkan sang menteri sejak siang belum berhenti di panggung festival.
Bagi Tana Toraja, kehadiran seorang menteri yang menyaksikan langsung lomba tenun, fashion show hingga penutupan bukan sekadar soal siapa yang datang. Itu menjadi sinyal bahwa kekayaan budaya lokal memiliki ruang untuk dibawa lebih jauh dari panggung festival menuju peluang ekonomi yang lebih besar.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














