Torajachannel.com, Makale–Pemerintah Kabupaten Tana Toraja terus berkomitmen mendukung program nasional pengentasan kemiskinan melalui pendidikan inklusif.


Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendampingi tim survei dan konsultan perencana dari Kementerian Pekerjaan Umum dalam peninjauan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Rintisan dan SR Reguler di Kecamatan Mengkendek, Minggu (29/6/2025).
Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Tana Toraja sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden RI Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah ingin membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera, termasuk mereka yang putus sekolah, dengan konsep pendidikan berbasis asrama (boarding school).
Pada tahap II program ini, Kabupaten Tana Toraja terpilih menjadi salah satu dari 73 lokasi yang akan menjadi pusat kegiatan, berpusat di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Rante Kalua’, Kecamatan Mengkendek. Sebanyak 100 siswa – terdiri atas 50 siswa SD dan 50 siswa SMA – akan diseleksi untuk mengikuti program pendidikan khusus ini.
Proses verifikasi dan seleksi peserta didik akan dilakukan oleh Dinas Sosial bersama SDM PKH, BPS, serta lembaga penyelenggara Sekolah Rakyat, sesuai pedoman Kementerian Sosial RI.
Tahapannya meliputi pengecekan data, kunjungan langsung ke rumah calon peserta, hingga wawancara mendalam.
Seluruh proses ditargetkan rampung paling lambat 7 Juli 2025, sebelum dilakukan launching nasional serentak oleh Presiden RI pada 14 Juli 2025, bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Melalui keikutsertaan dalam program ini, Pemkab Tana Toraja berharap dapat memperluas kesempatan bagi anak-anak kurang mampu agar bisa meraih pendidikan yang lebih baik. Lebih dari itu, langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul, berdaya saing, dan menjadi motor penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.
Dengan adanya Sekolah Rakyat berbasis asrama, anak-anak Toraja yang selama ini terkendala biaya diharapkan tidak hanya bisa melanjutkan sekolah, tetapi juga mendapatkan pendidikan karakter dan keterampilan hidup yang memadai. Sebuah harapan besar agar masa depan mereka lebih cerah, dan roda pembangunan semakin inklusif bagi semua lapisan masyarakat.














