Torajachannel.com, Makale–Pemerintah Kabupaten Tana Toraja terus memperkuat langkah konkret menekan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas TP-PKK dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang digelar di Tamuan Malli’, Kecamatan Makale, Rabu (29/10/2025).
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, menyampaikan bahwa saat ini angka stunting di wilayahnya tercatat sebesar 11,7 persen, dan pemerintah daerah menargetkan penurunan hingga di bawah 10 persen pada tahun mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penyebab stunting bukan semata kekurangan gizi, tetapi juga faktor kebersihan lingkungan dan perhatian orang tua. Masih ada anak-anak yang mengalami cacingan karena kurangnya sanitasi,” ungkap Bupati Zadrak dalam sambutannya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Erianto L. Paudanan, Ketua TP-PKK Erni Yetti Riman, serta para kader pembangunan manusia dari seluruh kecamatan dan kelurahan.
Ketua TP-PKK Tana Toraja, Erni Yetti Riman, menambahkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan Rp200 juta dari Biaya Operasional Pemerintahan Desa (BOPD) untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Dana tersebut terbagi menjadi dua fokus utama: 60 persen untuk pencegahan mencakup penyediaan air bersih, pembuatan jamban, serta edukasi gizi; dan 40 persen untuk pengobatan, termasuk pembagian tablet tambah darah bagi remaja putri, pendampingan calon pengantin, serta pemantauan kesehatan ibu hamil dan nifas.
“PKK dan kader desa adalah ujung tombak. Mereka memastikan setiap keluarga memahami pentingnya gizi dan kebersihan,” tegas Erni Yetti.
Dengan strategi terukur dan kerja sama lintas sektor, Pemkab Tana Toraja optimistis angka stunting akan terus menurun.
“Kami yakin, dengan gotong royong semua pihak, target penurunan di bawah 10 persen bisa tercapai,” pungkas Bupati Zadrak.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














