Torajachannel.com, Makale– Pemerintah Kabupaten Tana Toraja mulai menerapkan langkah efisiensi secara menyeluruh dalam pengelolaan anggaran daerah tahun 2025. Kebijakan ini diambil menyusul pengurangan anggaran sekitar Rp200 miliar dari total sebelumnya Rp1,2 triliun.


Penyesuaian tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD.
Berbeda dari sekadar pemangkasan anggaran, pemerintah daerah kini lebih fokus pada perubahan pola kerja birokrasi agar tetap produktif di tengah keterbatasan fiskal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pengeluaran yang dinilai tidak berdampak langsung pada program prioritas mulai dikurangi secara signifikan.
Sekretaris Daerah Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo, menegaskan bahwa efisiensi dilakukan dengan menyesuaikan belanja terhadap selisih anggaran yang berkurang, tanpa mengorbankan hasil kerja.
“Bukan semata dipangkas, tetapi memang dibatasi secara ketat. Perjalanan dinas misalnya, kini sangat selektif, hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting,” ujarnya.
Salah satu perubahan paling terlihat adalah berkurangnya frekuensi perjalanan dinas serta kegiatan tatap muka. Pemerintah daerah kini lebih mengandalkan teknologi digital, dengan banyak rapat dialihkan ke platform daring seperti Zoom.
Selain itu, standar biaya perjalanan dinas dalam daerah juga mengalami penurunan, dari sebelumnya Rp170 ribu menjadi Rp100 ribu. Meski demikian, Sekda memastikan kualitas dan akuntabilitas kerja tetap terjaga.
“Pertanggungjawaban tetap sama, dan ini tidak mengurangi output pekerjaan. Justru kita dorong lebih efisien dan tepat sasaran,” jelasnya.
Tak hanya itu, pembatasan juga diterapkan pada pengeluaran rutin lainnya, seperti konsumsi rapat, pemeliharaan kendaraan dinas, hingga penggunaan bahan bakar dan suku cadang.
Langkah efisiensi ini menjadi strategi Pemerintah Kabupaten Tana Toraja untuk menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus memastikan program prioritas tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan anggaran.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














