Torajachannel.com, Makale—Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melalui Dinas Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tana Toraja menggelar pelatihan keterampilan menjahit dan tata rias bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang usaha bagi para peserta.
Pelatihan yang berlangsung di Kantor TP-PKK Kabupaten Tana Toraja itu dihadiri Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Tana Toraja Tupa Batara Randa, Ketua TP-PKK Kabupaten Tana Toraja Erny Yetti Riman, Wakil Ketua TP-PKK, serta para peserta.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng. Sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam dua kelas, yakni 16 peserta pelatihan menjahit dan 16 peserta pelatihan tata rias.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Tana Toraja, Tupa Batara Randa, mengatakan pelatihan ini tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri.
“Yang kita kejar adalah keahlian. Nantinya peserta akan memperoleh sertifikat dari kementerian. Kami berharap ilmu yang didapat tidak hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri, tetapi juga bisa diajarkan kepada orang lain. Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan pemerintah,” kata Tupa.
Ketua TP-PKK Kabupaten Tana Toraja, Erny Yetti Riman, mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Menurut dia, pelatihan seperti ini tidak selalu tersedia sehingga menjadi peluang berharga untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Kesempatan seperti ini tidak selalu ada. Pemerintah bekerja sama dengan BPVP Bantaeng demi meningkatkan keterampilan masyarakat. Jangan hanya datang dan duduk, tetapi belajarlah dengan tekun,” ujar Erny.
Erny juga mendorong peserta agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi setelah menyelesaikan pelatihan. Khusus bagi peserta menjahit, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kerapian hasil jahitan agar mampu bersaing di pasar.
Menurut dia, TP-PKK bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) siap membantu membuka akses pemasaran bagi peserta yang telah mampu menghasilkan produk.
“Kalau sudah memiliki keahlian dan menghasilkan produk, nanti bisa kita bantu pasarkan melalui Dekranasda. Untuk usaha menjahit, kualitas dan kerapian hasil sangat menentukan kepercayaan konsumen,” katanya.
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, yang secara resmi membuka pelatihan tersebut mengapresiasi sinergi Dinas Ketenagakerjaan, TP-PKK, dan BPVP Bantaeng dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Menurut Zadrak, dukungan pemerintah kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat.
“Bantuan pemerintah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pelatihan seperti ini sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat. Karena itu, peserta harus mengikuti kegiatan ini dengan disiplin agar ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk mulai berkarya dan membangun usaha secara mandiri, tanpa bergantung pada bantuan lanjutan dari pemerintah.
Penulis : Sandi Nayoan
Editor : Redaksi














