Torajachannel.com, Makassar—Respons cepat Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam menangani para siswa yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat apresiasi dari Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan.
Kepala Kanwil Kemenham Sulsel, Daniel Rumsowek, menilai langkah Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, yang turun langsung memantau kondisi korban merupakan bentuk nyata kehadiran negara ketika masyarakat, khususnya anak-anak, berada dalam situasi genting.
Apresiasi itu disampaikan Daniel setelah melihat langsung langkah pemerintah daerah dalam memastikan para korban mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Daniel, pemerintah daerah tidak boleh hanya hadir ketika keadaan normal. Dalam situasi seperti dugaan keracunan yang melibatkan anak-anak, kehadiran pemerintah justru harus terasa paling kuat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Kami mengapresiasi respons cepat Bapak Bupati bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam menangani kondisi para korban,” ujar Daniel.
Ia menilai penanganan terhadap korban tidak boleh berhenti hanya karena pasien telah berada di rumah sakit. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan seluruh rangkaian penanganan hingga proses pemulihan dan tindak lanjut kasus berjalan secara serius.
“Dari perspektif HAM, penanganan ini harus terus dikawal, bukan hanya sampai korban mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi hingga seluruh proses tindak lanjutnya selesai,” katanya.
Daniel menegaskan, anak-anak yang menjadi korban memiliki hak yang tidak bisa ditawar atas kesehatan, keselamatan, dan pangan yang aman. Karena itu, setiap langkah pemerintah dalam merespons kejadian tersebut harus memastikan hak-hak tersebut benar-benar terlindungi.
“Kemenham Sulsel akan terus berkoordinasi dan mengawal aspek HAM dalam persoalan ini agar hak anak atas kesehatan, keselamatan, dan pangan yang aman tetap terlindungi,” ujarnya.
Pemkab Diminta Tak Berhenti pada Penanganan Medis
Apresiasi Kemenham Sulsel sekaligus menjadi penegasan bahwa penanganan dugaan keracunan MBG di Tana Toraja bukan sekadar persoalan medis.
Lebih jauh, kasus tersebut menyangkut keselamatan anak-anak yang menjadi penerima manfaat program pemerintah.
Karena itu, koordinasi antara Pemkab Tana Toraja, rumah sakit, Kemenham Sulsel, dan pihak terkait dinilai penting agar seluruh fakta di balik kejadian tersebut dapat ditelusuri dan setiap persoalan yang muncul memperoleh tindak lanjut.
Kemenham Sulsel bersama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi para korban.
Langkah tersebut diharapkan memastikan tidak ada satu pun korban yang luput dari perhatian hingga seluruh proses penanganan dinyatakan tuntas.
Di tengah kekhawatiran yang menyelimuti keluarga para siswa, respons cepat pemerintah menjadi sorotan sekaligus harapan agar para korban segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
Penulis : Sandi Nayoan
Editor : Redaksi














