Torajachannnel.com, Makale— Polemik yang menyeret Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tana Toraja, Erni Yetti Riman, setelah muncul pemberitaan di media online terkait interaksinya dengan seorang penjual kerupuk ubi atau tarakko akhirnya diklarifikasi.

Erni Yetti Riman bertemu langsung dengan Mersiani, pedagang tarakko yang menjadi sorotan dalam pemberitaan tersebut, di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja, Rabu, 2 September 2026.
Pertemuan itu dilakukan untuk meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dimana pemberitaan tersebut kemudian memunculkan sorotan publik dan dugaan bahwa Mersiani dipermalukan saat berjualan tarakko.
Erni pun memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat sedikit pun untuk merendahkan ataupun mempermalukan Mersiani.
Menurut Erni, apa yang disampaikannya kepada Mersiani merupakan bentuk perhatian terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tana Toraja, ia mengatakan ingin melihat pelaku UMKM di daerah itu berkembang dengan mengedepankan prinsip kejujuran dalam menjalankan usaha.
“Kunci keberhasilan dalam usaha itu adalah kejujuran. Makanya saya sampaikan kepada Mersiani sebagai Ketua Dekranasda yang ingin melihat UMKM di Tana Toraja ini maju,” ujar Erni.
Erni menegaskan, pembicaraan dengan Mersiani tidak dimaksudkan untuk mempermalukan atau merendahkan dirinya di hadapan masyarakat.
Ia mengatakan pesan yang disampaikan justru merupakan bentuk kepedulian dan dorongan agar usaha yang dijalankan Mersiani dapat berkembang.
Dalam pertemuan tersebut, Mersiani juga memberikan penjelasan mengenai kondisi emosionalnya saat kejadian.
Ia mengatakan tangisannya terjadi karena terbawa perasaan.
Mersiani juga mengaku tidak menyangka persoalan tersebut kemudian menjadi sorotan dan diberitakan secara luas.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada Erni atas polemik yang berkembang.
“Saya meminta maaf atas semuanya, nama Ibu jadi jelek,” ujar Mersiani.
Pertemuan itu kemudian berlanjut pada pembicaraan mengenai kondisi usaha Mersiani.
Erni menyebut Mersiani menjalankan usaha tarakko salah satunya untuk membantu melunasi cicilan sepeda motor yang baru sekitar lima bulan dibayarnya.
Erni menyatakan akan membantu melunasi sisa cicilan sepeda motor tersebut.
Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian agar Mersiani dapat menjalankan usahanya dengan lebih tenang dan tidak terbebani persoalan cicilan.
Selain itu, Erni juga memberikan bantuan berupa wajan, Minyak dan kompor kepada Mersiani.
Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan produksi tarakko sekaligus membantu mengembangkan usaha yang selama ini dijalankannya.
Pertemuan antara Erni dan Mersiani tersebut menjadi momentum untuk meluruskan polemik yang berkembang setelah pemberitaan media online mengenai kejadian di Lapangan Tana Toraja Masero.
Keduanya kemudian menyampaikan penjelasan masing-masing dalam suasana kekeluargaan. Erni menegaskan bahwa perhatian terhadap pelaku UMKM merupakan bagian dari upaya mendorong usaha masyarakat agar dapat tumbuh dan berkembang di Tana Toraja.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














