Torajachannel.com, Makale–Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tana Toraja tahun 2025 yang berada di urutan bawah tidak membuat pemerintah daerah tinggal diam.
Sebaliknya, Pemkab langsung memperkuat langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kualitas SDM Tana Toraja berada di posisi ke-21 dari 24 daerah di Sulawesi Selatan dengan nilai 72,77 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan ini menjadi alarm penting bagi pemerintah daerah.
“Data tersebut memberi gambaran bahwa kita harus bergerak cepat dan bekerja lebih keras. Kepala kita tetap tegak, karena fokus kita adalah memperbaiki,” ujar Bupati Zadrak Tombeg, Selasa (18/11/2025).
Salah satu langkah yang mendapat apresiasi tingkat provinsi adalah keberhasilan Tana Toraja menjadi yang terbaik dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Program jemput bola, peningkatan layanan pendidikan, serta pendampingan keluarga menjadi kunci keberhasilan strategi tersebut.
Penanganan ATS dianggap sebagai titik krusial untuk memperbaiki kualitas SDM dalam jangka panjang.
Pemkab juga memperkuat kebijakan anggaran dengan alokasi 20 persen APBD khusus sektor pendidikan.
Tak hanya itu, Pemkab berhasil mendapatkan dukungan pusat melalui program Sekolah Rakyat dengan total bantuan Rp 200 miliar yang kini mulai terealisasi.
Selain memperkuat pendidikan formal dan nonformal, pemerintah juga melakukan penertiban berbagai tempat usaha yang dinilai berpotensi memicu penyakit sosial. Dalam penertiban tersebut, ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba, perjudian anak, hingga potensi penularan HIV/AIDS.
“Jika penyakit sosial dibiarkan, kualitas SDM tidak akan tumbuh. Ini soal masa depan generasi,” tegas Zadrak.
Pemerintah juga mengajak diaspora Toraja untuk terlibat dalam pembangunan daerah, baik melalui kontribusi gagasan, jejaring, maupun investasi sumber daya.
Upaya terpadu ini diharapkan mampu menjadi titik balik peningkatan SDM dan mendorong Tana Toraja keluar dari zona bawah dalam capaian IPM.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi










