Kasus Stunting di Tana Toraja Melonjak, DPRD Pertanyakan Penggunaan Dana Alokasi Khusus

- Wartawan

Rabu, 8 Mei 2024 - 01:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Torajachannel.com, Tana Toraja–Prevalensi stunting di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2023, mencapai 36,9 persen, naik 1,5 persen dari tahun 2022 yang sebesar 35,4 persen. Dengan angka tersebut, Tana Toraja kini menempati posisi teratas sebagai daerah dengan kasus stunting tertinggi di Sulawesi Selatan.

Data yang dihimpun dari Januari hingga awal November 2023 mencatat total 2.624 kasus stunting di Tana Toraja. Pemerintah pusat telah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp27 miliar untuk pencegahan dan penanggulangan stunting di Tana Toraja pada tahun ini. Namun, peningkatan prevalensi stunting yang signifikan menimbulkan tanda tanya mengenai efektivitas penggunaan dana tersebut.

BACA JUGA :  Reses di Tampo Makale, Kristian H.P Lambe Siap Perjuangkan 3 Usulan Masyarakat

Pada Jumat (10/5/2024), media berusaha mengonfirmasi pihak terkait mengenai hal ini, namun belum mendapatkan tanggapan resmi. Sebelumnya, DPRD Tana Toraja menggelar rapat kerja pada Selasa (7/5/2024) di Ruang Fraksi Golkar, Kantor DPRD Tana Toraja, Makale, untuk membahas lonjakan prevalensi stunting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja, Yuli Saranga, dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Tana Toraja, Evivana Rombe Datu. DPRD Tana Toraja juga mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, dan BPKPD, untuk membahas peningkatan prevalensi stunting di daerah tersebut.

BACA JUGA :  dr. Zadrak Hadiri Tiga Paripurna DPRD Tana Toraja

Dalam kesempatan tersebut, DPRD meminta agar OPD terkait menyajikan data yang akurat dan valid mengenai angka stunting serta alokasi dana pencegahan dan penanggulangannya. “OPD terkait hendaknya bersinergi dan berkolaborasi secara serius serta fokus menangani stunting di Tana Toraja yang prevalensinya mencapai 36,9 persen,” tegas Yuli Saranga.

Ia menambahkan, “Apalagi pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran yang sangat besar, yakni Rp27 miliar, untuk pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Tana Toraja.” Penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam upaya menuju Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait

Tiga Bulan Pasca OTT, Berkas Kasus BBM Subsidi di Tana Toraja Belum Dilimpahkan
Tawuran Remaja di Buntu Burake Dibubarkan Polisi, Sejumlah Pelaku Diamankan
Pemkab Tana Toraja Gelar DASHAT di 53 Lokus untuk Percepat Penurunan Stunting
Usai Ditinjau Bupati Tana Toraja, Longsor di Masanda Langsung Ditangani
Empat Terdakwa Kasus Narkotika Jalani Sidang Perdana di PN Makale, Oliv Didakwa sebagai Pemasok
Tim Tabur Bekuk Wanita Terpidana Perzinahan yang Sempat Bersembunyi di Toraja Utara
Tindak Lanjut Arahan KPK, Sekda Tana Toraja Perkuat Tata Kelola Pertanahan
QRIS Pajak dan Retribusi Resmi Didorong di Tana Toraja melalui TP2DD

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:31 WIT

Tiga Bulan Pasca OTT, Berkas Kasus BBM Subsidi di Tana Toraja Belum Dilimpahkan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:36 WIT

Tawuran Remaja di Buntu Burake Dibubarkan Polisi, Sejumlah Pelaku Diamankan

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:54 WIT

Pemkab Tana Toraja Gelar DASHAT di 53 Lokus untuk Percepat Penurunan Stunting

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:18 WIT

Usai Ditinjau Bupati Tana Toraja, Longsor di Masanda Langsung Ditangani

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:49 WIT

Empat Terdakwa Kasus Narkotika Jalani Sidang Perdana di PN Makale, Oliv Didakwa sebagai Pemasok

Berita Terbaru

Berita Pemerintah

Pemkab Tana Toraja Siap Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:55 WIT

error: Content is protected !!