Torajachannel.com,Makale—Pemerintah Kabupaten Tana Toraja mengerahkan alat berat untuk membongkar endapan dan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai di kawasan Kota Makale, Selasa (6/10/2026).
Dua excavator diterjunkan untuk menormalisasi Salu Surame dan Salu Aka, dua anak sungai yang berada di kawasan perkotaan Makale.
Alat berat tersebut mengeruk material yang mengendap hingga ke dasar sungai sekaligus mengangkat sampah yang menumpuk di sepanjang aliran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menjaga kebersihan kawasan perkotaan sekaligus mengantisipasi ancaman genangan dan banjir ketika curah hujan meningkat.
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, mengatakan normalisasi sungai dilakukan pada musim kemarau sebagai langkah antisipasi sebelum memasuki musim hujan.
Pemerintah daerah ingin memastikan aliran sungai tetap lancar sehingga kawasan di sekitar sungai tidak lagi menjadi titik yang berulang kali dilanda genangan maupun banjir saat hujan deras.
Menurut Zadrak, pembersihan dan pengerukan dilakukan sejak sekarang untuk mengangkat berbagai material dan tumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air ketika debit sungai meningkat.
“Jangan sampai kita baru bergerak setelah banjir datang. Karena itu, sebelum musim hujan, sungai kita benahi terlebih dahulu. Kita berharap ketika musim hujan tiba, aliran sungai sudah lebih lancar sehingga tidak ada lagi banjir atau genangan yang berulang di sekitar lokasi ini akibat sampah dan material yang menghambat aliran air,” kata Zadrak.
Pengerahan excavator dilakukan setelah sebelumnya Bupati bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait turun langsung membersihkan sampah di sepanjang aliran sungai.
Pembersihan secara manual kemudian dilanjutkan dengan pengerahan alat berat. Dengan dua excavator, material dan endapan yang sulit dijangkau secara manual dapat dikeruk dari bagian sungai yang lebih dalam.
Pemkab Tana Toraja berharap normalisasi tersebut tidak sekadar membersihkan sungai, tetapi juga mengembalikan fungsi aliran air dan mengurangi potensi genangan di kawasan Kota Makale.
Namun, Zadrak menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Upaya menjaga sungai harus diikuti perubahan perilaku masyarakat.
Ia mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terlebih membuang sampah ke sungai. Menurutnya, sungai yang telah dibersihkan akan kembali dipenuhi sampah jika masyarakat tidak memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Pemerintah melakukan pembersihan, tetapi menjaga sungai tetap bersih merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami berharap masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai,” ujar Zadrak.
Pemerintah daerah berharap normalisasi Salu Surame dan Salu Aka menjadi bagian dari langkah berkelanjutan menjaga wajah Kota Makale tetap bersih sekaligus menjaga kelancaran aliran sungai saat hujan deras.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














