Torajachannel.com, Makale—Sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyoroti dugaan perilaku tidak pantas seorang dokter terhadap pasien di salah satu rumah sakit di Kabupaten Tana Toraja menjadi perbincangan warganet.
Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook George Pasulu dan kemudian menyebar ke sejumlah grup WhatsApp. Dalam postingannya, George menyampaikan ungkapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu keluarganya selama proses perawatan hingga pemakaman adiknya.
Namun, di balik ungkapan terima kasih tersebut, ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap dugaan ucapan seorang dokter yang dinilai menyakitkan saat adiknya menjalani perawatan di rumah sakit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahan itu, George mengaku mendengar langsung ucapan yang diduga dilontarkan dokter tersebut kepada adiknya.
“Kalau mau mati mati aj, tdk ush bikin susah orng, Nanti Kl Mati Saya Belikan Peti,” demikian kalimat yang dituliskan George dalam unggahannya.
Ia mengaku ucapan tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi adiknya. Bahkan, menurut George, dalam kondisi setengah sadar, adiknya masih berulang kali mempertanyakan keberadaan dokter.
Melalui unggahan tersebut, George berharap tidak ada lagi pasien yang mengalami perlakuan serupa. Ia juga mengingatkan tenaga medis bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pemberian obat, tetapi juga membutuhkan perhatian, empati, serta dukungan moral kepada pasien.
“Bukan cuma obat yang bisa menyembuhkan, tetapi semangat dan motivasi dari anda juga sumber kesembuhan. Sebab setiap kata yang kita ucapkan tidak dapat ditarik kembali. Jadi tolong melayanilah dengan kasih,” tulisnya.
Meski menyampaikan kekecewaan, George tetap mengapresiasi dokter dan perawat yang menurutnya telah memberikan perhatian serta semangat kepada adiknya selama menjalani perawatan.
Dalam unggahan tersebut, George tidak menyebutkan nama dokter maupun rumah sakit yang dimaksud. Namun, sejumlah warganet menduga peristiwa itu terjadi di RSUD Lakipadada, Kabupaten Tana Toraja.
Menanggapi polemik yang berkembang di media sosial tersebut, Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, Sp.A., meminta pihak rumah sakit menelusuri kebenaran informasi sekaligus mengevaluasi apabila dugaan tersebut terbukti.
“Kemarin saya sudah sampaikan ke Direktur RSUD untuk segera mengevaluasi keluhan-keluhan masyarakat,” kata Zadrak, Jumat (30/10/2026).
Zadrak mengatakan, penanganan persoalan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak rumah sakit melalui mekanisme internal yang berlaku.
Menurutnya, RSUD memiliki Komite Medik dan Komite Etik yang dapat melakukan penilaian untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran kode etik maupun ketentuan pelayanan medis.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian bagi seluruh tenaga kesehatan agar senantiasa mengedepankan profesionalisme, etika, dan sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sebab, di tengah perjuangan pasien menghadapi penyakit, sikap dan perkataan tenaga medis juga menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














