RSUD Lakipadada Buka Suara soal Dugaan Dokter Berkata Kasar kepada Pasien, Investigasi Berjalan

- Wartawan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Torajachannel.com, Makale—Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lakipadada akhirnya memberikan tanggapan terkait viralnya unggahan di media sosial Facebook mengenai dugaan seorang dokter mengeluarkan kata-kata tidak pantas kepada pasien saat menjalani perawatan.

Melalui Kepala Subbagian Umum dan Humas RSUD Lakipadada, Jumat (30/10/2026) pihak rumah sakit menyampaikan bahwa saat ini tim sedang melakukan investigasi untuk menelusuri kebenaran informasi yang beredar.

Langkah tersebut dilakukan dengan mencari informasi dari pengunggah awal postingan. Pasalnya, dalam unggahan yang menjadi perbincangan publik tersebut, pemilik akun tidak menyebutkan secara spesifik nama rumah sakit maupun dokter yang dimaksud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski diskusi di media sosial kemudian mengarah kepada salah satu rumah sakit dan mengerucut pada nama tertentu, pihak RSUD Lakipadada menyebut informasi tersebut tetap menjadi referensi dalam proses penelusuran.

Manajemen RSUD Lakipadada juga menjelaskan bahwa rumah sakit sebenarnya telah menyediakan sejumlah kanal pengaduan resmi bagi masyarakat, mulai dari kotak saran, formulir pengaduan, layanan WhatsApp, pengaduan langsung, hingga beberapa saluran lainnya.

BACA JUGA :  Gotong Royong untuk Tana Toraja Masero Diperlihatkan Warga Lembang Lemo Menduruk

Seluruh pengaduan tersebut memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur tahapan penanganan dan penyelesaiannya.

Tim pengaduan rumah sakit juga telah menelusuri kemungkinan adanya laporan resmi dari masyarakat yang menyampaikan keluhan melalui kolom komentar di sejumlah unggahan media sosial. Namun, hingga saat ini belum ditemukan pengaduan resmi terkait persoalan tersebut.

Karena itu, pihak rumah sakit mengimbau masyarakat yang merasa tidak puas terhadap pelayanan agar menyampaikan pengaduan melalui kanal resmi sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Meski belum menerima laporan resmi, manajemen RSUD Lakipadada mengaku tetap melakukan introspeksi internal. Bahkan, persoalan yang berkembang tersebut telah disampaikan kepada Dewan Pengawas (Dewas) sebagai representasi pemilik rumah sakit.

Pihak rumah sakit menegaskan, apabila dokter yang dimaksud dalam unggahan tersebut benar merupakan tenaga medis RSUD Lakipadada, maka penyelesaiannya akan dilakukan melalui mekanisme Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit.

Masyarakat yang merasa pernah menjadi korban atau mengalami pelayanan serupa juga diharapkan bersedia menyampaikan pengaduan secara resmi. Laporan tersebut nantinya menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi Komite Etik dan Hukum dalam melakukan penelusuran serta menentukan tindak lanjut.

BACA JUGA :  MPLS Digelar di Tengah Proyek, Gedung Sekolah Rakyat Tana Toraja Belum Rampung

Manajemen menilai, tanpa adanya laporan resmi dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, Komite Etik dan Hukum akan mengalami kesulitan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Kegaduhan media sosial tidak bisa menjadi alat untuk menjatuhkan sanksi,” demikian penegasan pihak RSUD Lakipadada.

Pihak rumah sakit menambahkan, manajemen telah mengambil langkah internal sesuai prosedur yang berlaku. Mengingat persoalan tersebut menyangkut nama baik tenaga medis sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit, penanganannya dilakukan secara hati-hati melalui koordinasi dan penelusuran terhadap sumber persoalan.

Manajemen memastikan akan menindaklanjuti hasil pemeriksaan dan laporan dari Komite Etik dan Hukum RSUD Lakipadada.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah unggahan akun Facebook George Pasulu viral. Dalam unggahannya, ia mengungkapkan kekecewaan atas dugaan ucapan seorang dokter yang disebut membuat adiknya mengalami trauma selama menjalani perawatan.

Penulis : Adi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pria 34 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos di Makale, Polisi Lakukan Olah TKP
Polisi Amankan Enam Sopir di Tana Toraja, Diduga Salahgunakan BBM Solar
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Padangiring, Dinsos Turun Salurkan Bantuan
BBM Bersubsidi Mulai Diatur Ganjil-Genap, Pemda Tana Toraja Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Pemkab Tana Toraja Terapkan Ganjil-Genap dan Batasi Pembelian BBM Bersubsidi
Tim Terpadu Selamatkan Rumah Warga yang Dikepung Api, Seorang Pemuda Diamankan Polisi
Pemda Tana Toraja Tak Biarkan Daud Tappi’ Terlunta, Diberi Tempat Tinggal dan Pekerjaan
Manfaatkan Musim Kemarau, Pemkab Tana Toraja Kerahkan Dua Excavator Keruk Sungai Makale

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIT

RSUD Lakipadada Buka Suara soal Dugaan Dokter Berkata Kasar kepada Pasien, Investigasi Berjalan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:53 WIT

Pria 34 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos di Makale, Polisi Lakukan Olah TKP

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57 WIT

Polisi Amankan Enam Sopir di Tana Toraja, Diduga Salahgunakan BBM Solar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:53 WIT

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Padangiring, Dinsos Turun Salurkan Bantuan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:05 WIT

BBM Bersubsidi Mulai Diatur Ganjil-Genap, Pemda Tana Toraja Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Berita Terbaru

error: Content is protected !!