Torajachannel.com, Makale – Seorang pria, Irfan Arbain (34) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Lingkungan Milan, Kelurahan Kamali Pentalluan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.
Informasi yang diterima dari Humas Polres Tana Toraja menyebutkan, korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, Ignal (21), yang datang ke kamar kos untuk bersilaturahmi.
Setibanya di lokasi, Ignal beberapa kali memanggil korban, tetapi tidak mendapat respons. Ia kemudian menanyakan keberadaan korban kepada seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi. Warga tersebut mengaku masih melihat korban sekitar pukul 07.00 WITA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Merasa curiga, Ignal mengintip melalui ventilasi atau jendela kamar dan melihat korban terbaring di atas kasur tanpa bergerak. Ia kemudian membuka jendela secara paksa untuk masuk dan memeriksa kondisi korban.
Setelah diperiksa, korban diketahui sudah tidak bernapas dan tidak menunjukkan denyut jantung. Ignal selanjutnya menghubungi ibu kandung korban agar datang ke lokasi kejadian.
Polisi dan Petugas Kesehatan Periksa Lokasi
Personel Polres Tana Toraja bersama Unit Identifikasi (INAFIS) dan personel Polsek Makale mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan serta pemeriksaan di lokasi. Polisi juga berkoordinasi dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Makale.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar jenazah yang dilakukan oleh dokter Gregoria Talita Ranteallo dari Puskesmas Makale, ditemukan sejumlah tanda pada tubuh korban, di antaranya kaku mayat dan lebam pada beberapa bagian tubuh.
Petugas juga menemukan darah yang keluar dari telinga kanan korban. Namun, hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada kepala, wajah, leher, dada, punggung, maupun anggota tubuh lainnya.
Dokter memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
Meski demikian, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan. Hal tersebut karena tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Jenazah Dibawa ke Rantetayo
Dalam keterangan saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit. Namun, detail mengenai kondisi medis tersebut tidak diungkapkan karena menyangkut privasi korban.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Kecamatan Rantetayo, Tana Toraja, yang merupakan kampung halaman korban, guna disemayamkan.
Hingga informasi ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas kesehatan.
Penulis : Sandi Nayoan
Editor : Redaksi














