Semangat Tana Toraja Masero Berbuah Manis, Raih Peringkat Kedua Pengelolaan Sampah Terbaik se-Sulawesi

- Wartawan

Jumat, 18 September 2026 - 22:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Torajachannel.com, Makale—Semangat “Tana Toraja Masero” perlahan menjelma dari slogan menjadi sebuah capaian yang membawa nama Tana Toraja menggema di tingkat Sulawesi.

Upaya membangun daerah yang bersih, sehat, dan tertata akhirnya berbuah prestasi: Tana Toraja menyabet peringkat kedua pengelolaan sampah dan lingkungan asri terbaik se-Sulawesi.

Prestasi itu diumumkan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kota Makassar, Jumat (18/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Capaian tersebut menjadi semacam tamparan terhadap anggapan bahwa persoalan sampah semata-mata merupakan urusan membuang dan mengangkut sampah.

Di Tana Toraja, sampah mulai diperlakukan sebagai persoalan serius yang harus ditangani dari hulu hingga hilir.

Di bawah kepemimpinan Bupati dr. Zadrak Tombeg, semangat membenahi wajah daerah itu perlahan menunjukkan hasil.

Lingkungan bersih tidak lagi sekadar menjadi impian yang terpampang dalam slogan, tetapi mulai diterjemahkan melalui pembenahan sistem pengelolaan sampah.

Dan hasilnya tidak kecil. Selain membawa pulang penghargaan tingkat regional Sulawesi, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja juga diganjar bantuan keuangan sebesar Rp1,5 miliar dari Pemerintah Pusat.

Dalam pemeringkatan tersebut, Kabupaten Luwu berada di posisi pertama. Tana Toraja menempati peringkat kedua, disusul Kabupaten Sidrap di posisi ketiga.

Bagi Tana Toraja, peringkat kedua itu bukan sekadar angka di atas kertas. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa perubahan yang didorong melalui semangat “Tana Toraja Masero” mulai mendapat pengakuan di tingkat regional.

BACA JUGA :  Kerja Sama Pemkab Tana Toraja–Unhas Resmi Dimulai, Fokus Tingkatkan Kualitas Layanan Migran

Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg mengatakan penghargaan tersebut lahir dari kerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus membenahi pengelolaan sampah di Tana Toraja. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Zadrak.

Tana Toraja Masero menjadi semangat yang terus didorong dalam kepemimpinannya. Bersih bukan sekadar perkara tidak adanya sampah di pinggir jalan, tetapi bagaimana daerah membangun kebiasaan baru dalam mengelola limbah yang setiap hari dihasilkan masyarakat.

Perubahan itu salah satunya terlihat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Tempat yang selama ini identik dengan tumpukan sampah mulai diarahkan menjadi ruang pengolahan.

Sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik diolah menjadi pupuk organik. Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dimanfaatkan dan didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomis, termasuk paving block.

Perubahan tersebut membuat sampah tidak lagi berhenti sebagai barang buangan. Sebagian justru dipaksa kembali memiliki nilai guna.

Dari sesuatu yang dianggap menjijikkan dan tidak bernilai, pemerintah mencoba mengubahnya menjadi sesuatu yang memiliki manfaat. Dari tumpukan sampah, lahir upaya menciptakan nilai tambah. Dari persoalan lingkungan, muncul peluang ekonomi.

BACA JUGA :  Bupati Zadrak Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Polres Tana Toraja

Langkah itu sekaligus diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan memperpanjang usia pengelolaan tempat tersebut.

Rp1,5 miliar yang menyertai penghargaan itu pun menjadi babak baru. Bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi menjadi tambahan energi untuk melanjutkan pembenahan pengelolaan sampah dan lingkungan di Tana Toraja.

Semangat “Tana Toraja Masero” kini mendapat panggung yang lebih luas. Apa yang dimulai dari pembenahan lingkungan di tingkat daerah akhirnya membawa Tana Toraja berdiri di jajaran teratas pengelolaan sampah di Sulawesi.

Namun, penghargaan tersebut bukanlah garis akhir. Justru ketika nama Tana Toraja mulai disebut sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan sampah terbaik di Sulawesi, pekerjaan yang lebih besar menanti: memastikan predikat itu tidak berhenti sebagai penghargaan seremonial.

Bupati Zadrak menegaskan penghargaan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat Tana Toraja.

“Penghargaan tersebut bukan menjadi titik akhir, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat Tana Toraja,” ujar Zadrak.

Penulis : Adi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kapolres Tana Toraja Turun Langsung Dukung Gerakan Indonesia Asri
Kabur Saat Dirawat di RS, DPO Rutan Makale Akhirnya Ditangkap
Gotong Royong untuk Tana Toraja Masero Diperlihatkan Warga Lembang Lemo Menduruk
Wisuda Akademi Kesehatan Sinar Kasih, Bupati Dorong Lulusan Terus Kembangkan Skill dan Inovasi
Akademi Kesehatan Sinar Kasih Toraja Wisuda 108 Lulusan D3 Kebidanan dan Keperawatan
Lepas 108 Lulusan, Direktur Yayasan Sinar Kasih Toraja Tekankan Pentingnya Skill hingga Karakter
Raker PWGT, Erny Yetti: Perempuan Jadi Benteng Keluarga Lawan Penyakit Sosial
Kajati Sulsel Kunjungi Tana Toraja, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:37 WIT

Kapolres Tana Toraja Turun Langsung Dukung Gerakan Indonesia Asri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:47 WIT

Kabur Saat Dirawat di RS, DPO Rutan Makale Akhirnya Ditangkap

Sabtu, 26 September 2026 - 07:48 WIT

Gotong Royong untuk Tana Toraja Masero Diperlihatkan Warga Lembang Lemo Menduruk

Sabtu, 19 September 2026 - 20:31 WIT

Wisuda Akademi Kesehatan Sinar Kasih, Bupati Dorong Lulusan Terus Kembangkan Skill dan Inovasi

Sabtu, 19 September 2026 - 17:59 WIT

Akademi Kesehatan Sinar Kasih Toraja Wisuda 108 Lulusan D3 Kebidanan dan Keperawatan

Berita Terbaru

Berita Tana Toraja

Kapolres Tana Toraja Turun Langsung Dukung Gerakan Indonesia Asri

Sabtu, 3 Okt 2026 - 09:37 WIT

Berita Tana Toraja

Kabur Saat Dirawat di RS, DPO Rutan Makale Akhirnya Ditangkap

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:47 WIT

Berita Pemerintah

Bupati Tana Toraja Temui Bupati Luwu, Peluang Kolaborasi Pertanian Terbuka

Sabtu, 26 Sep 2026 - 08:40 WIT

error: Content is protected !!