Torajachannel.com, Makale--Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tana Toraja, Anggreini Paressa, membantah tudingan yang menyebut pelaksanaan pasar murah tabung LPG 3 kilogram (Kg) hanya berkedok bisnis.
Anggreini menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat dan dilaksanakan secara terbuka serta transparan.
Ia juga memastikan harga LPG 3 Kg yang dijual dalam kegiatan tersebut tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau dikatakan berkedok bisnis, itu tidak benar. Kegiatan ini dilaksanakan secara terbuka untuk umum dan transparan. Harganya juga tidak melebihi HET,” tegas Anggreini, Kamis (23/7/2026)
Menurutnya, tudingan tersebut tidak berdasar karena masyarakat dapat menyaksikan langsung proses pelaksanaan pasar murah LPG 3 Kg.
Kegiatan tersebut juga digelar untuk membantu masyarakat yang akhir-akhir ini mengalami kesulitan mendapatkan tabung gas LPG 3 Kg di pasaran.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian bekerja sama dengan beberapa agen LPG untuk memastikan ketersediaan tabung gas bagi masyarakat.
Pasar murah LPG 3 Kg tersebut telah dilaksanakan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Makale, Rembon, Saluputti, dan Mengkendek. Pelaksanaan di sejumlah wilayah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh LPG 3 Kg dengan harga sesuai ketentuan.
Anggreini menambahkan, selama pelaksanaan pasar murah tersebut, tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan. Sebaliknya, masyarakat justru menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pasar murah LPG 3 Kg dapat kembali dilaksanakan.
“Justru tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan. Banyak masyarakat yang berharap kegiatan seperti ini kembali dilaksanakan. Bahkan banyak yang bertanya, kapan lagi dilaksanakan. Kalau bisa, sering-sering dilaksanakan,” ungkapnya.
Ia menilai antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pasar murah memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya bagi mereka yang kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg di pasaran.
Anggreini berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh tudingan atau informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Ia mengajak semua pihak untuk melihat secara langsung proses pelaksanaan pasar murah yang dilakukan secara terbuka dan transparan.
“Semua prosesnya terbuka. Masyarakat bisa melihat langsung bagaimana pelaksanaannya. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, lanjutnya, berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga LPG 3 Kg agar penyalurannya tepat sasaran serta dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














