Torajachannel.com, Makale–Keterisolasian wilayah Simbuang dan Mappak kembali menjadi sorotan dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Selasa (17/06/2025).
Dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) yang digelar di ruang Komisi I DPRD Tana Toraja, Anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Sinai, mendesak pemerintah daerah agar menjadikan pembangunan jalan Simbuang–Mappak sebagai prioritas utama.
“Jalan Simbuang–Mappak adalah urat nadi masyarakat di wilayah barat Tana Toraja. Sudah terlalu lama mereka hidup dalam keterisolasian akibat kondisi jalan yang rusak dan terbengkalai,” ujar Sinai dengan tegas dalam forum tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pembangunan akses jalan yang layak tidak hanya berperan dalam mendongkrak perekonomian lokal, tetapi juga menjadi jembatan penting untuk meningkatkan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Sinai juga menyoroti ketimpangan pembangunan antara pusat kota dan wilayah pelosok. Ia menilai, selama ini pemerintah cenderung fokus pada pengembangan infrastruktur di perkotaan, sementara daerah terpencil seperti Simbuang dan Mappak terus tertinggal.
“Jangan biarkan pembangunan hanya berpusat di kota. Warga di pelosok juga memiliki hak yang sama untuk menikmati infrastruktur yang memadai,” tegasnya.
Ia pun meminta pemerintah daerah agar segera merealisasikan komitmen pembangunan yang selama ini telah dijanjikan, terutama kepada masyarakat di wilayah terluar Tana Toraja.
Pernyataan Sinai ini mendapat perhatian dalam rapat pembahasan RPJMD, mengingat pentingnya pemerataan pembangunan untuk mewujudkan kemajuan yang inklusif dan berkeadilan di seluruh wilayah Kabupaten Tana Toraja.















