Torajachannel.com, Makale— Pemerintah Kabupaten Tana Toraja akan menggelar Pango-Pango Coffee Week 2026 pada 6-7 November 2026 di kawasan Agrowisata Hutan Pinus Pango-Pango. Festival ini menggabungkan kopi, musik, kompetisi, UMKM, dan wisata alam dalam satu rangkaian kegiatan.
Mengusung tema “Celebrate the Queen of Coffee”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan lebih jauh karakter dan keistimewaan kopi Toraja, sekaligus mendorong potensi ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Sejumlah agenda disiapkan untuk pengunjung. Di antaranya Live Roasting & Brewing, yang menampilkan proses penyangraian hingga penyeduhan kopi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada pula Toraja Brewing Throwdown, kompetisi manual brew yang menguji kemampuan peserta dalam meracik kopi dengan teknik penyeduhan.
Pengunjung juga dapat mengikuti Fun Cup Tester, permainan yang menguji kepekaan indra perasa dalam mengenali cita rasa kopi. Sementara kompetisi PES akan menjadi ruang bagi penggemar sepak bola virtual untuk mengadu keterampilan.
Pango-Pango Coffee Week 2026 juga menawarkan pengalaman berbeda melalui Camping Ground di tengah kawasan kebun kopi Pango-Pango. Pengunjung dapat bermalam, menikmati pertunjukan musik, dan menyeruput kopi sambil menunggu matahari terbit melalui aktivitas sunrise coffee.
Dari sisi ekonomi kreatif, Coffee Market akan menghadirkan beragam produk kopi, kuliner lokal, peralatan seduh, kerajinan, serta produk UMKM.
Sementara itu, sesi talkshow akan membahas perjalanan kopi Toraja, mulai dari proses produksi, pengembangan produk, hingga pemasaran.
Talkshow dijadwalkan berlangsung pada 6 November pukul 19.00-20.00 WITA. Pada 7 November, kegiatan tersebut digelar dua sesi, yakni pukul 10.00-12.00 WITA dan 19.00-20.00 WITA.
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, berharap Pango-Pango Coffee Week menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi kopi Toraja kepada masyarakat yang lebih luas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kopi Toraja semakin dikenal luas, UMKM lokal semakin berkembang, dan potensi wisata Pango-Pango semakin diminati,” ujar Zadrak.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang promosi kopi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan mendorong perkembangan sektor pariwisata Tana Toraja.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi kopi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi serta mendorong kemajuan pariwisata Tana Toraja,” katanya.
Pango-Pango Coffee Week 2026 diharapkan menjadi ruang promosi kopi Toraja sekaligus mempertemukan potensi kopi, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata dalam satu kegiatan.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut dapat diakses melalui Instagram @pangopangocoffeeweek dan situs www.pangopangocoffeeweek.com.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














