Torajachannel.com, Makale–Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menerima kunjungan kerja Tim Penilai Varietas (TPV) Tanaman Perkebunan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, dalam rangka pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap dua varietas unggulan kopi arabika asal Toraja, yakni Kopi Toraya Buntu Santung dan Kopi Toraya Langda, Senin (23/6/2025).
TPV diterima langsung oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto L. Paundanan, S.H., M.H., di ruang kerjanya, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Toraja bersama jajaran.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan varietas kopi lokal yang telah dilepas secara resmi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan monev tersebut merupakan tindak lanjut dari inspeksi lapangan sebelumnya, di mana ditemukan lima pohon varietas Kopi Toraya Buntu Santung dalam kondisi mati dan meranggas.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2019, varietas tanaman yang telah dilepas wajib melalui proses evaluasi berkala, terutama jika terdapat gejala yang mengarah pada dampak lingkungan, serangan organisme pengganggu tanaman, maupun potensi risiko lainnya.
Dari hasil pemantauan, TPV menyampaikan bahwa masih ada peluang untuk mempertahankan Kopi Toraya Buntu Santung sebagai varietas unggulan.
Namun, hal ini perlu diiringi dengan pembentukan Kebun Induk yang berfungsi sebagai penyedia benih berkualitas, sehat, serta memenuhi kriteria teknis budidaya.
Wakil Bupati Erianto menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan kopi lokal sebagai simbol dan penggerak ekonomi masyarakat Toraja.
“Kopi adalah bagian dari jati diri dan ekonomi masyarakat Toraja. Maka, kita harus memastikan varietas yang dilepas tetap sehat dan produktif,” ujarnya.
Agenda kunjungan TPV dijadwalkan berlangsung hingga 25 Juni 2025, dengan sejumlah kegiatan lapangan termasuk observasi tanaman dan pengumpulan data teknis yang diperlukan untuk penilaian lebih lanjut.














