Kemendikbudristek dan AMAN Toraya Gelar Workshop Pemberdayaan Kapasitas Masyarakat Adat

- Wartawan

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 23:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Torajachannel.com, Tana Toraja–Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Direktoral Jendral Kebudayaan, Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (TYE) dan Masyarakat Adat gelar workshop Pemberdayaan Kapasitas Masyarakat Adat (KMA) di sekolah Adat Sipanundu Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, Jumat (02/08/2024).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dan fasilitator sekolah Adat Sipanundu Madandan yang didirikan pada tahun 2011 lalu dibawah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraya. Salah satu pengurusnya yaitu Martina Palayukan yang juga bagian dari komunitas masyarakat adat Madandan.

Hadir langsung dalam workshop ini Sumari,S.Sn.,M.M, Pamong Budaya Ahli Madya, Kemendikbudristek RI, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tana Toraja Andarias Lebang, pemerintah setempat, tokoh adat, tokoh masyarakat, masyarakat adat serta siswa sekolah adat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga narasumber hadir memberikan materi pada worshop ini, diantaranya ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraya, Romba Marannu Sombolinggi dengan materi ‘Pentingnya Pendidikan Adat di Tana Toraja’.

Kemudian, Fasilitator Pendidikan Sekolah Adat Sulawesi Selatan, Muhlis Paraja dengan materi Penguatan Kapasitas Pengurus dan Fasilitor Sekolah Adat. Dan Tokoh Pendidikan, Agustinus Mulu’ dengan materi Administrasi Kelembagaan Sekolah Adat dan Teknik Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Sekolah Adat’.

Sumari dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apareaiasi dan dukungan pemerintah tehadap masyarakat adat.

“Kegiatan-kegiatan sekolah adat, kearifan lokal seperti yang dilakukan saat ini mesti kita dukung,” kata Sumari.

Sumari menyampaikan, dunia saat ini mengalami tiga tantangan, salah satunya transpormasi sosial. Menurutnya tantangan ini mempengaruhi kebudayaan.

“Tranformasi sosial dan perubahan teknologi digital ini sangat cepat, coba lihat anak-anak kita lebih mengenal tiktok, facebook, IG daripada adat dan budayanya. Jadi perkembangan ilmu pengetahuan teknologi ternyata tidak menjawab tantangan perubahan zaman ini,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya sekolah adat ini, bisa mengajarkan transisi adat istiadat secara turun temurun.

“Dengan adanya sekolah adat di Madandan ini, mampu membangun generasi secara turun temurun mengajarkan ajaran dari nenek moyang kita,” terangnya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini tidak berhenti disini saja, tetapi bisa berlanjut,” harapnya.

Sementara, Romba Marannu Sombolinggi mengatakan sekolah adat ini didirikan atas keprihatinan masyarakat adat toraya karena adanya pergeseran nilai budaya.

BACA JUGA :  AMAN Toraya Serahkan Naskah Akademik Ranperda Adat ke DPRD Tana Toraja

Sebab, anak muda saat ini hanya memahami secara fisik adat budaya toraya, tidak memahami makna yang terkandung didalamnya.

“Intinya disitu, kita mendirikan sekolah adat karena ada pergeseran nilai-nilai budaya yang terjadi,” terang Romba Marannu.

Setelah melalui diskusi yang panjang kata Romba, saat itu (2011) didirikanlah empat (4) sekolah adat dibawah AMAN Toraya, yakni Sekolah Adat Sipanundu Madandan, Panta’nakan Lolo di Kesu’, di Sangallla’ dan Mengkendek.

“Setelah dibentuk, dimulailah proses-proses untuk bagaimana penerusan nilai bisa terjadi,” jelasnya.

Romba mengungkap, wilayah adat toraya yang terbagi dalam dua kabupaten yakni Tana Toraja dan Toraja Utara terbagi habis dalam wilayah adat.

“Tidak ada sejengkal tanah pun yang bukan wilayah adat, batas-batas wilayah adat dengan wilayah adat lainya saling pengakuan sejak nenek moyang kami dan disepakati lewat perjanjian (Basse) yang dilakukan oleh pemimpin pemimpin masyarakat adat yang berdampingan, kemudian ada simbol perjanjian lewal ritual dengan penanaman tanda-tanda sesuai kearifan lokal masyarakat adat, seperti bambu aur, pohon cendana, batu dan lain-lain kemudaian disahkan melalu ritual ‘ditallu rarai’,” ucapnya.

Romba menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang sudah menjadi bagian dari pertumbuhan sekolah adat.

“Bagaimana kita berjuang selama ini sehingga pemerintah mengakui bahwa ada masyarakat adat di Indonesia ini,” paparnya.

Secara khusus, Romba menyampaikan terima kasih Pemerintah kabupaten Tana Toraja melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang terus memfasilitasi masyarakat.

“Mungkin ditempat lain kita tidak melihat ada dukungan-dukungan pemerintah, tetapi di Toraya itu sangat jelas bagaimana tallu batulalikan (tiga pilar) yaitu masyarakat adat, pemerintah dan lembaga keagamaan bekerjasama dengan baik,” ujarnya.

Romba berharap, sekolah adat madandan ini menjadi cikal bakal penerusan nilai dari orang tua kepada anak, kemudian sekolah adat harus menyiapkan anak didiknya memahami kehidupan sebagai orang toraja.

BACA JUGA :  Peringati HIMAS 2023, AMAN Laksanakan Berbagai Kegiatan di Kete Kesu

Berita Terkait

Polisi Ungkap Pencurian Berantai di Makale, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Bupati Tana Toraja Dampingi Kunjungan Kementerian PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Mengkendek
Usulan Pemda Tana Toraja Berbuah Hasil, Jembatan Parampo Siap Dibangun
Sinergi Bupati dan DPRD Tana Toraja Menguat, Ranperda dan Aspirasi Warga Jadi Fokus
Kepala BPKPD Micha Lempang Pantau Langsung Pengawasan Retribusi RPH
Klarifikasi Dinas PUTR Tana Toraja: Tidak Ada Pembuangan Tinja Sembarangan di TPA, Layanan Sementara Dihentikan
THR ASN dan PPPK di Kecamatan Masanda Cair Tepat Waktu, Camat Sampaikan Terima Kasih
DMS Kampung Baru Sabet Juara 1 di Turnamen Futsal Sinar Kasih Cup 2026

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:14 WIT

Polisi Ungkap Pencurian Berantai di Makale, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Rabu, 15 April 2026 - 20:45 WIT

Bupati Tana Toraja Dampingi Kunjungan Kementerian PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Mengkendek

Selasa, 7 April 2026 - 19:37 WIT

Usulan Pemda Tana Toraja Berbuah Hasil, Jembatan Parampo Siap Dibangun

Senin, 30 Maret 2026 - 13:28 WIT

Sinergi Bupati dan DPRD Tana Toraja Menguat, Ranperda dan Aspirasi Warga Jadi Fokus

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:44 WIT

Kepala BPKPD Micha Lempang Pantau Langsung Pengawasan Retribusi RPH

Berita Terbaru

Rakor Pencegahan Korupsi, Pelayanan Publik, Pertanahan, ATR BPN, Tana Toraja

Berita Pemerintah

Komitmen Berantas Korupsi, Pemkab Tana Toraja Ikuti Rakor ATR/BPN se-Sulsel

Kamis, 30 Apr 2026 - 12:14 WIT

error: Content is protected !!