Torajachannel.com, Makale– Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melalui RSUD Lakipadada menjalankan tujuh paket pembangunan dan renovasi fasilitas kesehatan pada Tahun Anggaran 2025 dengan total pagu Rp15.744.097.332 dan nilai kontrak Rp15.163.236.000.
Seluruh pekerjaan tersebut dibiayai melalui dua skema pendanaan, yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 dari pemerintah pusat dan Dana Alokasi Umum – Specific Grant (DAU-SG) Tahun Anggaran 2025 yang dikelola pemerintah daerah.
Rincian Sumber Anggaran
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Paket pekerjaan dibiayai melalui DAK 2025, meliputi:
- Pembangunan Unit Transfusi Darah (UTD) – pagu Rp4,75 miliar
- Pembangunan NICU – pagu Rp2,84 miliar
- Pembangunan Cathlab dan CVCU – pagu Rp3,36 miliar
- Pembangunan Gedung CSSD – pagu Rp1,42 miliar
- Renovasi Gedung Laboratorium – pagu Rp888 juta
Sementara dua paket lainnya bersumber dari DAU-SG 2025:
- Pembangunan Gedung Farmasi – pagu Rp1,49 miliar
- Renovasi Gedung Perawatan Anak – pagu Rp974 juta
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem layanan kesehatan rujukan di wilayah Toraja.
“Pemerintah daerah tidak hanya menerima anggaran pusat, tetapi juga menyiapkan dukungan pendanaan melalui DAU-SG. Ini bentuk komitmen kami agar RSUD Lakipadada memiliki fasilitas yang semakin lengkap dan memadai,” ujar Zadrak.
Menurut dia, peran Pemkab tidak berhenti pada penganggaran. Pemerintah daerah juga bertanggung jawab dalam proses perencanaan, pengawasan pelaksanaan, hingga memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi teknis dan tepat waktu.
Zadrak menegaskan, pembangunan UTD dan NICU diarahkan untuk mengurangi ketergantungan rujukan keluar daerah, terutama untuk kasus transfusi darah dan perawatan bayi baru lahir.
Sementara pembangunan Cathlab dan CVCU diproyeksikan meningkatkan kemampuan penanganan penyakit jantung di tingkat kabupaten.
“Kami ingin pelayanan kesehatan di Tana Toraja semakin mandiri. Dengan dukungan DAK dari pusat dan penguatan dari APBD melalui DAU-SG, RSUD Lakipadada harus mampu memberikan layanan yang lebih cepat, aman, dan profesional,” katanya.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan Tahun Anggaran 2025 tersebut rampung sesuai jadwal sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Dengan kombinasi dukungan anggaran pusat dan komitmen daerah, RSUD Lakipadada diproyeksikan memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di kawasan Toraja dan sekitarnya.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














