Torajachannel.com, Rantepao–Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata merilis jadwal pelaksanaan tradisi adat Ma’nene’ tahun 2025.


Poster yang beredar menampilkan potret sakral Ma’nene’ mulai dari proses pengangkatan jenazah leluhur dari Patane (kuburan keluarga berbentuk rumah), pembersihan tubuh yang telah menjadi mumi, hingga penggantian pakaian baru sebelum dimakamkan kembali.
Ma’nene’ adalah tradisi turun-temurun Suku Toraja yang digelar setiap 3–4 tahun sekali, biasanya pada akhir musim panen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam prosesi ini, keluarga menggali kembali jenazah leluhur, membersihkannya, mengganti pakaian, dan kemudian mengembalikannya ke makam.
Bagi masyarakat Toraja, Ma’nene’ bukanlah sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan, cinta, dan doa bagi para leluhur agar memberikan berkah bagi keturunan yang masih hidup.
Selain nilai spiritualnya, Ma’nene’ juga menjadi daya tarik wisata budaya yang unik dan langka di dunia.
Banyak wisatawan mancanegara dan fotografer internasional sengaja datang untuk mengabadikan momen sakral ini.
Pemerintah daerah mengimbau wisatawan yang hadir untuk menghormati aturan adat setempat selama prosesi, termasuk tidak mengganggu jalannya ritual dan berpakaian sopan.
Dengan jadwal yang sudah ditetapkan, Ma’nene’ 2025 diyakini akan menjadi momen istimewa yang mempertemukan kembali keluarga besar Toraja, baik yang tinggal di kampung halaman maupun yang merantau.
Kegiata Ma’nene punyan akan berlangsung pada 18–28 Agustus 2025 di Lembang Rante Uma dan Lembang Parandangan, Kecamatan Buntu Pepasan, Kabupaten Toraja Utara.

Penulis : Nataniel Barapadang
Editor : Redaksi














