Torajachannel.com, Rantepao–Sebagai upaya memperkenalkan Wisata dan Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara kembali menggelar kegiatan Familiarization Trip (Fam Trip) pada 18–19 Juli 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari konten kreator, influencer, serta perwakilan travel agent dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama dua hari, para peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Ke’te Kesu’, Londa, Museum Pongtiku, serta kawasan To’ Barana’. Di To’ Barana’, peserta tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menyaksikan langsung proses tenun tradisional dan mencoba kegiatan olahraga air seperti rafting
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini adalah bagian dari strategi promosi destinasi wisata dan produk budaya unggulan Toraja Utara agar lebih dikenal luas, khususnya di kalangan wisatawan domestik,” ujar Karniati Lebonna, Sekalu Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara.
Karniati juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan kreator digital dapat meningkatkan daya tarik wisata Toraja Utara.
“Kita berharap dengan kegiatan seperti ini, wisatawan yang datang ke Toraja Utara akan semakin banyak dampaknya tentu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta pendapatan daerah,” jelasnya.
Salah satu peserta, Ana, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman yang ia dapatkan selama Fam Trip.
“Saya sangat senang karena bisa belajar banyak tentang budaya dan keragaman di sini. Salah satunya adalah tradisi pemakaman di Ke’te Kesu, di mana terdapat kuburan gantung dan tengkorak manusia yang usianya sudah ratusan tahun ini pengalaman luar biasa yang bisa saya dapatkan,” ungkapnya.
Ana juga mengajak para pecinta budaya dan penjelajah nusantara untuk datang langsung ke Toraja Utara.
“Untuk kalian yang suka eksplor Indonesia, terutama tentang kebudayaan, kalian wajib datang ke Toraja Utara. Ini sangat menarik dan mengajarkan kita untuk menghargai adat istiadat dan nilai-nilai keagamaan,” tutupnya.
Penulis : Sandi Nayoan














