Torajachannel.com, Makale–Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Daerah ke Bahasa Indonesia bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tana Toraja. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Zoom Perpustakaan Daerah Tana Toraja, Selasa (24/2/2026).
Sebanyak 20 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur guru Bahasa Indonesia, guru Bahasa Inggris, serta pegiat komunitas literasi di Kabupaten Tana Toraja.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tana Toraja, Edward Sakka Allorerung, SE.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal dalam proses penulisan cerita anak, khususnya cerita anak berbahasa Toraja.
Menurutnya, para penulis memiliki tanggung jawab moral untuk tidak melupakan kearifan lokal dalam setiap karya yang dihasilkan.
Nilai budaya Toraja, tutur adat, serta kekayaan tradisi harus tetap menjadi ruh dalam cerita agar identitas daerah tetap terjaga.
“Cerita anak bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pewarisan budaya. Nilai-nilai budaya Toraja jangan sampai hilang dalam proses kreatif penulisan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman tentang teknik penulisan cerita anak yang sesuai kaidah, sekaligus strategi penerjemahan dari bahasa daerah ke Bahasa Indonesia tanpa menghilangkan makna dan konteks budaya aslinya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya karya-karya cerita anak berbasis budaya Toraja yang berkualitas dan dapat dinikmati oleh generasi muda, baik dalam bahasa daerah maupun Bahasa Indonesia.
Kolaborasi antara Balai Bahasa dan Dinas Perpustakaan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan literasi daerah sekaligus pelestarian bahasa dan budaya Toraja di tengah arus globalisasi.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














