Torajachannel.com,Makale—Hasil pengujian sampel terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan yang melibatkan sejumlah siswa SMP dan SD di Kabupaten Tana Toraja menunjukkan adanya cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sampel ayam masak bumbu kuning.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, Yosefina Rombetasik, berdasarkan Surat Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Makassar Nomor T-PW.04.08.50B.09.26.756 tertanggal 9 September 2026 tentang Penyampaian Laporan Hasil Uji Sampel Keracunan Pangan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja.
Dalam laporan hasil pengujian sampel KLB keracunan pangan dari SMP 1, SMP 2, SDN 5, dan SDN 9, dilakukan pengujian terhadap cemaran mikrobiologi dan cemaran kimiawi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sampel yang diuji meliputi nasi putih, tempe mendoan, sayur tumis jagung, wortel dan labu siam, serta ikan nila. Parameter pengujian meliputi E. coli, angka Staphylococcus aureus, Salmonella, Methanil Yellow, sianida, dan nitrit.
“Hasil uji negatif (memenuhi syarat),” kata Yosefina Rombetasik dalam keterangannya. Jumat (11/9/2026)
Namun, hasil berbeda ditemukan pada sampel ayam masak bumbu kuning yang dikonsumsi siswa SMP dan SD.
Pada sampel ayam bumbu kuning yang dikonsumsi siswa SMP, ditemukan positif adanya cemaran mikrobiologi/ bakteri Escherichia Coli.
“Ini, yang dapat menyebabkan salah satu gejala keracunan makanan yang dikonsumsi …seperti diare, mual, muntah dan sakit perut.” lanjutnya.
Selain sampel makanan tersebut, BPOM juga melakukan pengujian terhadap irisan melon. Untuk cemaran mikrobiologi atau bakteri, parameter yang diuji meliputi E. coli, angka Staphylococcus aureus, dan Salmonella.
“Pada Uji Irisan Melon, Uji cemaran mikrobiologi/bakteri: E-Coli, angka Staphlococcus aureus, Salmonella (hasil uji negatif),” lanjut Yosefina.
Sementara itu, pada pengujian cemaran kimiawi terhadap irisan melon, parameter yang diperiksa adalah sianida dan nitrit. Hasil pengujian menunjukkan sianida negatif, sedangkan nitrit positif dalam kadar yang kecil.
“Uji cemaran kimiawi: Sianida (Negatif) Nitrit (positif) dlm kadar yg kecil…” tulisnya melalui pesan Whatsapp.
Yosefina menjelaskan bahwa keberadaan nitrit dalam jumlah sangat kecil dapat ditemukan secara alami pada sayur dan buah.
“Secara alami Sayur dan buah dapat mengandung nitrit dalam jumlah yang sangat kecil karena penyerapan nitrat dari tanah atau air yg kemudian diubah oleh aktivitas bakteri,” jelasnya.
Hasil pengujian tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dalam kasus KLB keracunan pangan yang melibatkan siswa di sejumlah sekolah di Kabupaten Tana Toraja.
Penulis : Sandi Nayoan
Editor : Redaksi














