Torajachannel.com, Makale Selatan— Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, mengajak generasi muda untuk mengambil bagian dalam pengembangan potensi wisata dan ekonomi kreatif di kawasan Agrowisata Pango-Pango. Salah satunya dengan membuka usaha kafe yang mengangkat kopi Toraja sebagai daya tarik wisata.
Ajakan tersebut disampaikan Zadrak saat memberikan sambutan pada pembukaan Pango-Pango Coffee Week 2026 di kawasan Agrowisata Pango-Pango, Jumat (6/11/2026).
Menurut Zadrak, kopi bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas dan budaya masyarakat Toraja. Bahkan, selain adat dan budaya, kopi menjadi salah satu hal yang membuat Toraja dikenal luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebenarnya, Toraja itu dikenal yang pertama adalah adat dan budayanya. Yang kedua adalah kopi,” ungkap Zadrak.
Ia menjelaskan, tradisi menyuguhkan kopi kepada tamu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Toraja. Kopi seolah menjadi minuman penyambut atau welcome drink bagi siapa pun yang berkunjung ke rumah masyarakat.
“Kopi ini adalah bagian dari budaya orang Toraja. Jadi, kopi ini semacam welcome drink. Siapa pun yang datang ke rumah kita, disuguhkan kopi,” katanya.
Melalui Pango-Pango Coffee Week 2026, pemerintah daerah ingin menggabungkan kekuatan alam, kesejukan udara, keunikan budaya, dan kekayaan kopi Toraja menjadi satu pengalaman wisata yang berbeda.
Zadrak bahkan menawarkan konsep menikmati kopi langsung di bawah pohon kopi sebagai daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu hal unik yang diperkenalkan dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini.
Ia juga mengajak generasi milenial untuk melihat Pango-Pango sebagai peluang usaha, bukan sekadar tempat berwisata.
“Saya tawarkan kepada semua kita, kaum milenial, bikin kafe di sinilah. Di mana kita bisa minum kopi bersama, bersantai bersama,” ujarnya.
Zadrak berharap tumbuhnya usaha kafe dan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, tujuan utama pengembangan potensi wisata dan kopi Toraja bukan hanya mendatangkan pengunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi serta mendorong masyarakat semakin mandiri dalam menopang kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Zadrak turut memperkenalkan keunggulan Pango-Pango sebagai kawasan wisata dengan udara sejuk, bahkan pada siang hari. Kawasan tersebut juga telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, termasuk gazebo dan tiga unit homestay bagi wisatawan yang ingin bermalam.
Ia menilai perpaduan alam, budaya, dan kopi menjadi keunggulan Toraja yang perlu terus dipromosikan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Zadrak juga berharap Pango-Pango Coffee Week dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda rutin setiap tahun sehingga semakin memperkuat posisi Toraja sebagai salah satu daerah tujuan wisata berbasis kopi.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi dan inspirasi untuk kita semua,” tutupnya.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














