Torajachannel.com,Makale Selatan—Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono menyempatkan diri mengunjungi kediaman pengusaha muda Toraja, Gerardo Kalalembang, di Awa’ Tiromanda, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut berlangsung di sela agenda kerja Ferry di Tana Toraja. Sejumlah pejabat turut hadir dalam pertemuan itu, di antaranya Kepala BPS Sulawesi Selatan, Bupati Tana Toraja, Wakil Bupati Tana Toraja, serta rombongan lainnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Selain bersilaturahmi, perbincangan berkembang pada sejumlah potensi ekonomi daerah, salah satunya sektor peternakan kerbau yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Toraja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gerardo, yang dikenal sebagai pengusaha muda di bidang peternakan kerbau, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan sejumlah jenis kerbau khas Toraja kepada Ferry Juliantono. Ia juga menyampaikan sejumlah potensi yang dapat dikembangkan dari komoditas tersebut.
“Pastinya saya merasa bangga mendapat kunjungan orang nomor 27 di Indonesia bersama Bapak Bupati, Bapak Wakil dan beberapa sosok penting lainnya. Ini adalah kehormatan bagi kami sekeluarga,” kata Gerardo.
Menurut Gerardo, kerbau Toraja memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai sosial dan budaya yang kuat. Hewan ternak tersebut tidak sekadar menjadi komoditas peternakan, tetapi juga memiliki posisi penting dalam berbagai ritual adat masyarakat Toraja.
Sejumlah jenis kerbau, seperti Saleko, Lotong Boko, Bonga, dan Pudu’, memiliki karakteristik serta nilai tersendiri di tengah masyarakat. Potensi tersebut, kata Gerardo, semestinya dapat dikelola secara lebih serius agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Ia menilai pengembangan peternakan kerbau dapat menjadi salah satu sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama jika didukung dengan kebijakan, akses pembiayaan, penguatan koperasi, serta tata kelola perdagangan ternak yang lebih baik.
“Besar harapan kita, kunjungan Menteri Koperasi akan membuka peluang percepatan pertumbuhan ekonomi, utamanya sektor peternakan kerbau,” ujarnya.
Gerardo juga berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada aspek produksi. Menurut dia, persoalan distribusi ternak dari luar daerah maupun pengiriman kerbau dari Toraja ke daerah lain juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.
Ia berharap pemerintah dapat menciptakan ekosistem peternakan yang memungkinkan para peternak dan pelaku usaha memperoleh akses pasar yang lebih luas tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat pada kerbau Toraja.
Ferry Juliantono diketahui merupakan Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra. Sementara Gerardo Kalalembang menjabat sebagai Ketua PAC Gerindra Makale Selatan.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Gerardo untuk menyampaikan aspirasi mengenai pengembangan peternakan kerbau di Tana Toraja. Kedekatan secara kelembagaan itu diharapkan dapat membuka jalur komunikasi yang lebih luas agar potensi peternakan kerbau Toraja mendapat perhatian di tingkat pemerintah pusat.
Di tengah kuatnya tradisi adat Toraja, kerbau memiliki posisi yang unik: ia menjadi simbol budaya sekaligus komoditas bernilai ekonomi tinggi. Tantangannya kini adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikelola menjadi kekuatan ekonomi masyarakat tanpa mengikis nilai budaya yang menyertainya.
Penulis : Sandi Nayoan
Editor : Redaksi














