Torajachannel.com, Malimbong–Sebanyak 58 siswa SMA Gamaliel Makassar melaksanakan kegiatan kunjungan dan tinggal bersama masyarakat di Dusun Bone, Lembang Lemo Menduruk, Kecamatan Malimbong Balepe, Kabupaten Tana Toraja.

Program yang berlangsung selama 10–17 November 2025 ini merupakan bagian dari kegiatan sekolah bertajuk “Belajar Hidup Bersama Masyarakat Desa”.
Selama satu pekan, para siswa tidak hanya tinggal di rumah warga, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas keseharian masyarakat setempat, seperti bertani, memberi pakan ternak, bergotong royong, serta mempelajari adat dan nilai-nilai budaya di Dusun Bone.
ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMA Gamaliel Makassar, Yohanis Suppu, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pemerintah setempat atas sambutan hangat yang diberikan.
“Terima kasih kepada masyarakat Bone yang telah menerima 58 siswa kami dengan penuh keramahan, serta kepada pemerintah setempat yang telah mengizinkan mereka tinggal dan belajar di sini. Kami juga memohon maaf apabila selama tujuh hari kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Terima kasih kepada warga yang telah menjadi orang tua dan saudara bagi anak-anak kami,” ujar Yohanis.
Sementara itu, Kepala Lembang Lemo Menduruk, Yohanis Sarira Dualembang, turut mengapresiasi pihak sekolah karena telah mempercayakan Dusun Bone sebagai lokasi pembelajaran.
“Kehadiran siswa SMA Gamaliel Makassar membawa suasana baru dan menjadi inspirasi bagi anak-anak serta masyarakat di sini. Kami berharap kunjungan ini tidak menjadi yang terakhir. Pesan saya, jangan lupakan Kampung Bone dan warganya. Kami juga memohon maaf jika ada sikap atau pelayanan yang kurang berkenan,” ungkapnya.
Yohanis pun berharap kegiatan seperti ini mampu mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan masyarakat desa, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada para siswa mengenai nilai kebersamaan, kerja keras, serta kehidupan sosial dan budaya pedesaan.
Program ditutup dengan kegiatan Mebale’, yaitu menangkap ikan bersama masyarakat di sawah, yang menjadi tradisi khas Toraja.
Penulis : Sandi Nayoan
Editor : Redaksi










