Pemekaran Toraja Barat, Kristian H.P Lambe : Sangat Mungkin Dilakukan

- Wartawan

Kamis, 28 Juli 2022 - 08:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto :Kristian H.P Lambe, Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Tana Toraja

Foto :Kristian H.P Lambe, Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Tana Toraja

Torajachannel.com, Tana Toraja–Wacana pemekaran daerah sangat mungkin dilakukan oleh masyarakat Toraja yang berdomisili di wilayah bagian barat Kabupaten Tana Toraja. jumlah penduduk 124.774 jiwa dari 11 kecamatan (Bonggakaradeng, Rano, Simbuang, Mappak, Rembon, Saluputti, Malimbong Balepe’, Bittuang, Masanda, Rantetayo, dan Kurra) serta terdiri dari 12 kelurahan dan 74 lembang.

Hal tersebut di sampaikan Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Tana Toraja, Kristian H.P Lambe. Kamis (28/7/2022)

Menurutnya, Daerah Otonomi Baru (DOB) didasari dengan landasan hukum yakni UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Adapun alasan aspirasi masyarakat bahwa dilakukannya pemekaran daerah karena timpangnya pemerataan dan keadilan, kondisi geografis yang luas dan pelayanan masyarakat yang tidak efektif dan efisien karena jarak yang jauh serta infrastructure yang jelek apalagi sering terjadi longsor

BACA JUGA :  Bupati Tana Toraja Nyatakan Dukungan terhadap Pemekaran Toraja Barat

“Secara geografis wilayah ini masuk dalam kategori daerah 3 T (terdepan, Terpencil, Tertinggal). Wilayah yang secara geografis sulit dijangkau karena sebagian besar masih terisolasi. “Tutur Kristian”

Lebih lanjut, menurut Kristian, Karakteristik wilayah barat disebabkan karena sistem pembangunan yang tidak merata dan proses desentralisasi pemerintahan yang tidak efektif dan efisien. Pembangunan yang masuk melalui APBD Kabupaten Tana Toraja ke wilayah ini tidak mengalami kemajuan yang significan.

“Jadi tuntutan masyarakat agar pemekaran daerah semata-mata demi kesejahteraan dan keadilan melalui peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat, percepatan pelaksanaan pembangunan perekonomian daerah, percepatan pengelolaan potensi daerah, dan menjaga stabilitas keamana. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kuat pemekaran Kabupaten Toraja Barat sebagai daerah otonomi baru.”Lanjutnya”

BACA JUGA :  DPRD Tana Toraja Harap Pemda Segera Dorong Ranperda Mitigasi dan Penanggulangan Bencana

Kristian pun mendukung pemekaran DOB Toraja Barat untuk memberi kesempatan pada daerah melakukan pemerataan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastructure jalan, pertanian, pariwisata, ketersediaan air bersih, listrik yang memadai, jaringan internet, dan sarana prasarana lainnya.

“Secara ekonomi masyarakat tidak efisien karena mahalnya moda transportasi dan waktu yang lama karena jarak yang jauh. Apalagi untuk urusan camat, kepala lembang, lurah, guru, tenaga kesehatan, dan ASN kalau ke kota Makale bahkan harus bermalam jika urusan administrasi pemerintahan belum selesai atau memenuhi undangan menghadiri kegiatan di ibukota Kabupaten.”Tutup Kristian”

Berita Terkait

Kemenham Sulsel Apresiasi Respons Cepat Pemkab Tana Toraja Tangani Korban Dugaan Keracunan MBG
Prihatin Siswa Diduga Keracunan MBG, Owner RS Sinar Kasih Toraja Turun Langsung Pastikan Kondisi Pasien
Bupati Tana Toraja Tinjau Lokasi SPPG dan Pastikan Pengambilan Sampel Untuk Uji Laboratorium
Bupati Tana Toraja Hadiri Seminar Ketahanan Keluarga Kristen, Tekankan Peran Keluarga di Tengah Perubahan Zaman
142 Siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale Dirawat di Tiga Rumah Sakit, Diduga Keracunan MBG
Erni Yetti Riman Bertemu Mersiani, Polemik Penjual Tarakko di HUT Tana Toraja Akhirnya Diluruskan
HUT ke-69 Kabupaten Tana Toraja Sukses Digelar, Panitia Apresiasi Kerja Bersama
Festival Tallu Lolona Meriahkan Hari Jadi Toraja ke-779 dan HUT Tana Toraja ke-69

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 22:21 WIT

Kemenham Sulsel Apresiasi Respons Cepat Pemkab Tana Toraja Tangani Korban Dugaan Keracunan MBG

Jumat, 4 September 2026 - 07:43 WIT

Prihatin Siswa Diduga Keracunan MBG, Owner RS Sinar Kasih Toraja Turun Langsung Pastikan Kondisi Pasien

Jumat, 4 September 2026 - 07:19 WIT

Bupati Tana Toraja Tinjau Lokasi SPPG dan Pastikan Pengambilan Sampel Untuk Uji Laboratorium

Kamis, 3 September 2026 - 22:38 WIT

Bupati Tana Toraja Hadiri Seminar Ketahanan Keluarga Kristen, Tekankan Peran Keluarga di Tengah Perubahan Zaman

Kamis, 3 September 2026 - 15:00 WIT

142 Siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale Dirawat di Tiga Rumah Sakit, Diduga Keracunan MBG

Berita Terbaru

error: Content is protected !!