Torajachannel.com,Rantepao—Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja menerima kunjungan politisi nasional PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, di Kantor Pusat BPS Gereja Toraja, Tongkonan Sanggulele, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (22/8/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Alfred Anggui, bersama jajaran pengurus sinode. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban dalam suasana silaturahmi.
Bagi BPS Gereja Toraja, kehadiran Ganjar bukan sekadar kunjungan seorang tokoh nasional. Pertemuan itu menjadi momentum memperluas komunikasi, mempererat persaudaraan, sekaligus memperlihatkan nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakat Toraja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pdt. Alfred Anggui mengatakan BPS Gereja Toraja merasa terhormat menerima kedatangan Ganjar. Ia berharap silaturahmi tersebut dapat memperkuat komunikasi dan hubungan persaudaraan di tengah keberagaman.
“Kami tentu sangat berbahagia dan merasa terhormat atas kedatangan Pak Ganjar. Kehadiran beliau menjadi kesempatan bagi kami untuk kembali membangun komunikasi dan mempererat persaudaraan,” ujar Pdt. Alfred.
Ia menegaskan, BPS Gereja Toraja terus menempatkan toleransi sebagai bagian penting dalam kehidupan bersama. Perbedaan agama dan keyakinan, menurut dia, tidak semestinya menjadi sekat dalam membangun persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
“Toleransi bukan hanya kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita boleh berbeda dalam keyakinan, tetapi tetap satu sebagai saudara dan anak bangsa,” katanya.
BPS Gereja Toraja Siapkan Tempat Salat untuk Ganjar
Nilai toleransi yang disampaikan BPS Gereja Toraja itu juga dirasakan langsung oleh Ganjar. Ia mengaku terharu ketika mengetahui pengurus BPS Gereja Toraja menyiapkan tempat dan sajadah baginya untuk melaksanakan salat di ruang kerja Ketua Umum BPS Gereja Toraja.
Ganjar mengungkapkan, pengalaman tersebut bukan kali pertama ia rasakan saat berkunjung ke BPS Gereja Toraja. Ia masih mengingat sambutan ketika pertama kali datang ke tempat tersebut.
“Saya tersanjung, tiba-tiba saya diajak bertemu dengan Sinode di sini. Ini kali kedua saya datang dan saya masih ingat ketika pertama kali berkunjung, diajak makan siang dan diberikan tempat salat yang sudah disediakan,” ungkap Ganjar.
Bagi Ganjar, apa yang dilakukan BPS Gereja Toraja merupakan gambaran nyata toleransi antarumat beragama. Ia menilai sikap tersebut menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi seseorang untuk saling menghormati.
“Bagi saya, ini adalah bentuk toleransi yang luar biasa. Perbedaan keyakinan bukan alasan untuk tidak saling menghargai dan membangun persaudaraan,” ujarnya.
Ganjar juga menyampaikan kekagumannya terhadap Toraja. Selain dikenal karena kekayaan budaya dan keindahan alamnya, ia menilai Toraja memiliki modal sosial yang kuat melalui kehidupan masyarakat yang menjunjung toleransi.
Pertemuan di Kantor Pusat BPS Gereja Toraja itu akhirnya tidak hanya menjadi agenda silaturahmi. Bagi BPS Gereja Toraja, perjumpaan tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa perbedaan keyakinan dapat berjalan beriringan dengan persaudaraan, penghormatan, dan kehidupan bersama yang damai.
Penulis : Sandi Nayoan
Editor : Redaksi














