Torajachannel.com, Makale—Kabar wafatnya mantan Bupati Tana Toraja periode 2016–2021, Ir. Nicodemus Biringkanae, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Toraja.
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, menyebut kepergian sosok yang akrab disapa Bung Niko itu sebagai kehilangan besar bagi daerah.
Nicodemus Biringkanae meninggal dunia pada usia 70 tahun, Selasa (11/8/2026) pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Elim Rantepao setelah berjuang melawan penyakit diabetes.
Zadrak menyampaikan belasungkawa atas kepergian mantan bupati tersebut.
Menurut dia, Nicodemus merupakan sosok yang dikenal baik dan tegas selama mengabdikan diri bagi masyarakat.
“Beliau sosok yang baik dan tegas, Toraja sangat kehilangan,” ujar Zadrak.
Bagi Zadrak, wafatnya Nicodemus bukan sekadar kehilangan seorang mantan kepala daerah.
Jejak pengabdian dan pemikiran almarhum dalam pembangunan Tana Toraja dinilai telah menjadi bagian dari perjalanan daerah tersebut.
Ungkapan duka juga datang dari berbagai tokoh Toraja.
Nicodemus Biringkanae bukanlah nama baru dalam pemerintahan Tana Toraja dan Sulawesi Selatan.
Sebelum dipercaya memimpin Tana Toraja, ia telah menghabiskan puluhan tahun dalam dunia birokrasi.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi Provinsi Sulawesi Selatan pada 2007–2010.
Sebelumnya, Nicodemus juga menduduki sejumlah posisi penting di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Bappeda Kabupaten Tana Toraja sejak 1989 hingga 2007.
Pengalaman panjang di birokrasi itu kemudian mengantarkannya menjadi Bupati Tana Toraja untuk periode 2016–2021.
Nicodemus menempuh pendidikan mulai dari SD Kampung Parappo pada 1962–1968, SLTP Makale pada 1968–1971, dan SLTA Makale pada 1971–1974.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana (S-1) dari Universitas Hasanuddin pada 1985.
Di tengah perjalanan pengabdiannya, Nicodemus dikenal memiliki perhatian besar terhadap persoalan dasar masyarakat.
Salah satu pernyataannya yang hingga kini dikenang adalah pesan:
“Jangan biarkan rakyatku lapar, jangan biarkan rakyatku sakit, jangan biarkan rakyatku bodoh.”
Kalimat tersebut menggambarkan perhatian Nicodemus terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan, kesehatan, dan pendidikan.
Kepergian Bung Niko meninggalkan catatan panjang dalam perjalanan pemerintahan Tana Toraja.
Ia dikenang bukan hanya sebagai mantan kepala daerah, tetapi juga sebagai birokrat yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi dan membangun daerah.
Bagi masyarakat Toraja, wafatnya Nicodemus Biringkanae menjadi kehilangan seorang pemimpin yang pernah berada di garis depan pemerintahan sekaligus sosok yang meninggalkan jejak pengabdian bagi generasi setelahnya.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














