Torajachannel.com, Makale—Sebanyak 9.245 pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK di Kabupaten Tana Toraja menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi tahap I Tahun 2026.
Bantuan yang disalurkan melalui Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem, Eva Stevany Rataba, itu diserahkan secara simbolis di Gedung Tammuan Mali, Makale, Kamis, 30 Juli 2026.
Jumlah penerima yang mencapai ribuan siswa menjadikan penyaluran PIP kali ini sebagai salah satu yang terbesar di Tana Toraja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program tersebut diharapkan menjadi penopang bagi keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.
Dalam sambutannya, Eva menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan program strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mencetak generasi yang unggul dan mampu bersaing di masa depan.
Menurut dia, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan arah pembangunan bangsa. Karena itu, akses dan kualitas pendidikan harus terus diperkuat melalui kebijakan yang berkelanjutan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang sangat menentukan kemajuan bangsa. Karena itu, peningkatan akses dan kualitas pendidikan harus terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan dari tahun ke tahun,” kata Eva.
Eva menjelaskan, sebanyak 9.245 siswa di Kabupaten Tana Toraja menjadi penerima PIP aspirasi pada tahap pertama tahun 2026. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban orang tua sekaligus menekan angka putus sekolah.
Ia juga mengingatkan bahwa penetapan penerima PIP dilakukan berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dimiliki masing-masing sekolah. Karena itu, seluruh satuan pendidikan diminta menjaga akurasi data dan tidak melakukan manipulasi dalam proses pengusulan.
“Untuk memperoleh bantuan PIP, siswa harus terdaftar dalam Dapodik. Karena itu, saya berharap tidak ada pihak yang mempermainkan data tersebut. Semoga di Kabupaten Tana Toraja hal seperti itu tidak terjadi,” ujarnya.
Eva menekankan bahwa dana PIP harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya, yakni untuk memenuhi kebutuhan pendidikan peserta didik, mulai dari perlengkapan sekolah hingga kebutuhan penunjang belajar lainnya.
“Bantuan ini hadir untuk membantu meringankan beban orang tua. Karena itu, saya berharap dana PIP benar-benar digunakan untuk menunjang kebutuhan sekolah anak-anak kita,” katanya.
Politikus Partai NasDem itu juga mengajak orang tua yang anaknya belum memperoleh bantuan, baik melalui jalur reguler maupun jalur aspirasi, agar segera berkoordinasi dengan sekolah untuk diusulkan pada tahap berikutnya.
Menurut Eva, semakin banyak peserta didik yang memperoleh Program Indonesia Pintar, semakin besar pula dampak yang dirasakan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain PIP, ia berharap kuota program revitalisasi sekolah di Kabupaten Tana Toraja juga terus bertambah sehingga semakin banyak sekolah yang mendapatkan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
“Tujuan kita hanya satu, yakni menciptakan sumber daya manusia yang semakin berkualitas, unggul, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Eva turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tana Toraja atas sinergi yang terjalin dalam menghadirkan berbagai program pendidikan bagi masyarakat.
“Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang terus bekerja sama dengan kami sebagai wakil rakyat sehingga bantuan PIP maupun program revitalisasi sekolah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tana Toraja,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Yosia Rinto Kadang, Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg, Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso’ Paundanan, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tana Toraja yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri La Ode Tafrimada, perwakilan Bank BRI dan Bank BNI Cabang Tana Toraja sebagai bank penyalur PIP, para kepala sekolah, serta ribuan orang tua siswa penerima bantuan.
Menutup sambutannya, Eva mengajak pemerintah, sekolah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun dunia pendidikan di Kabupaten Tana Toraja.
“Pendidikan tidak bisa dibangun sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan agar pendidikan di Tana Toraja semakin maju, mandiri, dan berkualitas,” pungkasnya.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














