Torajachannel.com, Makale–Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, bersama Wakil Bupati Erianto L. Paundanan berbagai capaian pembangunan mulai menunjukkan hasil nyata.
Mengusung tagline Tana Toraja Masero, pemerintah daerah menitikberatkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sepanjang 2025.
Hattrick Prestasi di Sektor Kesehatan
Di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja mencatat capaian membanggakan dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 Kategori Madya. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan daerah mencapai kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lebih dari 98 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Capaian ini diperkuat dengan diraihnya penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada November 2025.
Penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman bagi masyarakat.
Strategi kolaborasi lintas sektor, termasuk program skrining kesehatan dini, terus digencarkan guna menjaga kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
Dari sisi infrastruktur kesehatan, gedung baru UPT Puskesmas Ge’tengan di Kecamatan Mengkendek telah diresmikan, sementara pembangunan Puskesmas Buntu Limbong ditargetkan segera rampung.
Ketenagakerjaan dan Infrastruktur Terus Digenjot
Pada sektor ketenagakerjaan, Tana Toraja sempat mencatatkan realisasi tertinggi Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) se-Sulawesi Selatan.
Dari total potensi 72.852 pekerja, sebanyak 50.855 orang atau sekitar 70,07 persen telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga 2025. Capaian ini terus ditingkatkan, terutama untuk pekerja rentan dan sektor informal.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur terus berjalan melalui 12 proyek prioritas, meliputi pengaspalan jalan, rabat beton, serta pembangunan drainase di sejumlah titik.
Pemerintah juga melanjutkan pembangunan Gedung BPKPD, Mall Pelayanan Publik (PTSP), serta pengadaan lift di RSUD Lakipadada. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan kualitas permukiman, sekaligus mendorong standar pelayanan publik yang lebih baik.
Pariwisata Lampaui Target PAD

Sektor pariwisata menunjukkan performa impresif sepanjang 2025. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini mencapai Rp3,7 miliar, melampaui target awal sebesar Rp2,91 miliar.
Objek wisata religi Buntu Burake menjadi penyumbang PAD tertinggi, disusul Bukit Ollon yang mencatat lonjakan kunjungan signifikan, khususnya pada momentum libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Berbagai agenda turut mengerek daya tarik wisata, di antaranya Tallulolona Fest, Festival Tenun, Tana Toraja Mapongka Trail Run, dan Tana Toraja Half Marathon.
Dukungan peningkatan infrastruktur jalan serta subsidi penerbangan rute Makassar–Toraja dan Toraja–Balikpapan semakin memperkuat konektivitas dan mobilitas wisatawan.
Pertanian Topang 22,33 Persen Struktur Ekonomi

Sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi 22,33 persen terhadap struktur ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Tana Toraja pada 2025 tercatat sebesar 5,97 persen, dengan pertanian sebagai salah satu motor penggerak utama.
Modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), diversifikasi komoditas, serta penguatan ketahanan pangan menjadi fokus kebijakan. Pemerintah menyalurkan bantuan alsintan kepada 12 kelompok tani serta menerima dukungan dari Kementerian Pertanian berupa tujuh unit hand tractor dan enam mesin pompa air.
Program peremajaan kopi Arabika juga menjadi prioritas. Sebanyak 150.000 bibit kopi Arabika varietas Lini S 795 ditanam di Parita Pangle, Lingkungan Tuan, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, mencakup lahan 150 hektare melalui Anggaran Biaya Tambahan 2025.
Selain itu, pada November 2025, pemerintah daerah menyalurkan 42 ribu ekor bibit ikan mas beserta pakan kepada kelompok pembudidaya guna mendukung kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat.
Gerakan Pangan Murah (GPM) pun aktif dilaksanakan sepanjang tahun untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok seperti beras SPHP, bawang merah, cabai, dan sayuran demi menjaga daya beli warga.
Pendidikan dan Penurunan Kemiskinan

Di bidang pendidikan, kehadiran Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi pada akhir September 2025 di Mengkendek menjadi terobosan penting dalam menyediakan akses pendidikan gratis berasrama bagi anak kurang mampu dan putus sekolah, dengan penekanan pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup.
Angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan menjadi kisaran 10,54–10,79 persen pada periode 2024–2025. Sinergi pemerintah pusat dan daerah, penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, serta pembaruan data sasaran menjadi kunci efektivitas intervensi.
Penataan Lapangan To’ Bo’ne, pembangunan lapangan futsal di Makale, pelaksanaan Car Free Day, pembangunan Galeri Dekranasda dan Bioskop Mini di Pasar Seni Makale, hingga penataan pedagang kaki lima menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah kota sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.
Terbuka terhadap Kritik
Meski sejumlah capaian telah diraih, Bupati Zadrak Tombeg menegaskan bahwa tantangan pembangunan masih besar.
“Masih ada harapan masyarakat yang belum bisa kami penuhi. Karena itu, kami terbuka terhadap masukan, kritik, dan saran demi kebaikan bersama dan perbaikan ke depan,” ujarnya.
Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menjadi fondasi awal bagi perjalanan pembangunan selanjutnya.
Konsistensi program, kolaborasi lintas sektor, serta keterbukaan terhadap evaluasi diyakini menjadi kunci mewujudkan Tana Toraja Masero yang lebih maju dan sejahtera di tahun-tahun mendatang.
Penulis : Adi
Editor : Redaksi














