Torajachannel.com,PALOPO – Pdt. Dr. Alfred Y. R. Anggui, M.Th. kembali dipercaya memimpin Gereja Toraja setelah terpilih sebagai Ketua Umum Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja periode 2026–2031.
Ia memenangkan pemungutan suara dalam Sidang Sinode Am XXVI Gereja Toraja yang berlangsung di Gedung Luwu Convention Center (LCC), Kota Palopo, pada 9–14 Juli 2026.
Dalam proses pemilihan yang diikuti para utusan sinode, Pdt. Alfred Anggui meraih dukungan mayoritas dengan mengumpulkan 454 suara dari total 557 suara sah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Pdt. Dr. Lidya K. Tandirerung memperoleh 92 suara, Pdt. Suleman Allolinggi 7 suara, dan Pdt. Kristian 1 suara.
Hasil tersebut memastikan Pdt. Alfred Anggui kembali mendapat mandat untuk memimpin Gereja Toraja selama lima tahun ke depan.
Selain meraih suara terbanyak, ia juga dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam Tata Gereja, sehingga resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum BPS Gereja Toraja periode 2026–2031.
Terpilihnya kembali Pdt. Alfred Anggui menjadi bentuk kepercayaan yang diberikan para peserta Sidang Sinode terhadap kepemimpinannya untuk melanjutkan berbagai program pelayanan dan pengembangan Gereja Toraja.
Dalam sambutannya usai penetapan hasil pemilihan, Pdt. Alfred Anggui menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan dan pekerjaan yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya.
“Kami tahu dengan segala dinamika, dan dengan segala kekurangan serta masih banyak pekerjaan yang belum selesai pada periode yang lalu. Dengan memohon rahmat dan kemurahan Tuhan, saya menyatakan bersedia mengangkat tugas ini kembali,” ujar Pdt. Alfred Anggui.
Sidang Sinode Am XXVI Gereja Toraja sendiri menjadi forum tertinggi pengambilan keputusan di lingkungan Gereja Toraja.
Selain memilih pimpinan sinode untuk periode lima tahun mendatang, sidang juga membahas berbagai agenda strategis terkait arah pelayanan, organisasi, dan penguatan misi gereja di tengah perkembangan zaman.
Penulis : Sandi Nayoan
Editor : Redaksi














