Kampanye Penurunan AKI/AKB, Bupati Tana Toraja : Diperlukan Komitmen Seluruh Lapisan Elemen

Rapat koordinasi dalam rangka penurunan angka Kematian Ibu dan Bayi AKI/AKB, sekaligus pencanangan bulan pemantauan tumbuh kembang balita, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja
Rapat koordinasi dalam rangka penurunan angka Kematian Ibu dan Bayi AKI/AKB, sekaligus pencanangan bulan pemantauan tumbuh kembang balita, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja

Torajachannel.com, Tana Toraja–Guna menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi AKI/AKB, sekaligus pencanangan bulan pemantauan tumbuh kembang balita, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja laksanakan kampanye lokal.

Bertempat di gedung Tammuan Mali’ Makale. Kamis 14/8/2022, Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, dr Ria Minoltha P. Tanggo mengatakan, angka kematian ibu untuk tahun 2022 sampai saat ini 2 orang dan untuk bayi sebanyak 18 orang.

[irp]

Bacaan Lainnya

“Adapun permasalahan dari kematian ibu dan bayi ini adalah adanya pendarahan pada saat persalinan dan Bayi baru lahir dengan berat badan rendah dengan aktisia dan kekuningan pada bayi “kata dr. Ria”

Atas kejadian tersebut, ia mengatakan diperlukan komitmen lintas sektor baik Dinas Kesehatan, lintas OPD, Camat sampai ke Puskesmas untuk bersama-sama berkomitmen menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, sekaligus juga untuk pencanangan bulan pemantauan tumbuh kembang balita yang akan dimulai besok di seluruh Kecamatan di Kabupaten Tana Toraja.

[irp]

Dikesempatan yang sama, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung mengatakan angka kematian Ibu dan Anak tidak semata- mata domain tenaga medis namun, di perlukan peranan seluruh lapisan masyarakat.

“Para Camat dan Kapus (Kepala Puskesmas) yang hadir saat ini, bagaimana caranya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mendekatkan diri kepada tenaga medis.

[irp]

” Karena sulit di pungkiri masyarakat kita di pelosok lebih banyak mempercayai aspek-aspek nonmedis yang tidak terakreditasi , dan menyepelehkan berbagai resiko, seperti kebersian, sanitasi, dan asupan gisi yang kurang, sehingga berpengaruh pada kesehatan dan mengganggu proses kehamilan yang dapat berdampak buruk pada ibu dan anak “Tutur Bupati”

Olehnya itu, Bupati berharap semua elemen yang yang hadir dalam kegiatan tersebut dapat memaknai materi penurunan AKI/AKB untuk disosialisasikan ke masyarakat.

[irp]

“Saya harap keterlibatan Tim penggerak PKK, Dasawisma, Organisasi Wanita, Organisasi Keagamaan bisa menyadarkan masyarakat untuk persalinannya di rumah sakit karena saat ini biaya persalinan sudah di tanggung Pemerintah Daerah”

Pos terkait