Torajachannel.com, Tana Toraja–Bupati “Theofilus Allorerung” bersama Wakil Bupati Tana Toraja “dr Zadrak Tombeq” hadiri pembukaan Konvensi Nasional Gereja Toraja ke-3 yang di laksanakan di Aula Arafah, Kompleks Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (18/5/2022)
Kegiatan konvensi Gereja Toraja ke-3 ini juga dihadiri Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Toleransi, Terorisme, Radikalisme dan Pesantren, Nuruzzaman, Ketua PMTI Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa, Ketua MUI Sulsel beserta pengurus, Ketua MUI Makassar dan jajaran pengurus, dari Pihak Muhammadiyah Sulsel dan Makassar, Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Pengurus Nahdlatul Ulama, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, Wakil Bupati Tator Dr Zadrak Tombeq, Wakil Bupati Toraja Utara Frederik “Dedy”Palimbong, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan (Sulsel), Yonggris Lao, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sulawesi Selatan, Gede Durahman, Anggota DPRD Sulsel Dan Pongtasik dan juga Ketua PGIW Sulselbara Pdt Adrie O Massie serta sejumlah undangan baik perwakilan Polda Sulsel, TNI AD, Lantmal VI dan TNI AU pangkoopsau dan ribuan Pendeta Gereja Toraja.
Soni Budi Pandin selaku ketua panitia konvensi Gereja Toraja mengatakan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kepanitian telah di bentuk empat tahun lalu dan ini merupakan kepanitiaan yang terpanjang dalam sejarah, Sempat dua tahun tertunda karena pandemi covid-19, namun kepanitiaan ini mampu memberikan pelayanan yang maksimal untuk Konvensi para pendeta se-Gereja Toraja,” ujar Soni Budi Pandin.
Konvensi ini digelar selama tiga hari lamanya dimana seluruh pendeta mengikuti kegiatan mulai dari 18 hingga 20 Mei 2022.
Acara pembukaan konvensi pendeta berskala nasional ini juga mengadakan drama lakon, paduan suara yang melibatkan dari berbagai kalangan mulai anak-anak, maupun pemuda Gereja Toraja.
Untuk diketahui jika hadirnya para pendeta Gereja Toraja dalam rangka konvensi ini bagian dari bentuk pertemuan khusus pejabat gerejawi untuk membicarakan implementasi keputusan Sidang Sinode Am Gereja Toraja.
Tak hanya itu ajaran Gereja Toraja serta hal-hal aktual dan krusial juga masuk dalam bagian pembicaraan para pendeta dalam artian jika Konvensi Pendeta menghayati sebagai momen istimewa untuk menyatukan persepsi terhadap berbagai isu ekslesialogis baik bersifat sistematis maupun praktis. Dengan tanggung jawab secara bersama untuk melakukan tugas pelayanan berdasarkan firman Allah yang dituntun oleh keputusan-keputusan Gerejawi.










