Torajachannel.com, Rantepao–Tim Resmob Satreskrim Polres Toraja Utara mengamankan enam pria yang diduga terlibat praktik perjudian di arena adu kerbau atau Ma’Pasilaga Tedong dalam rangkaian upacara adat Rambu Solo’.
Penindakan tersebut dilakukan di Rante Tongkonan Tammuan Pare, Lembang Tondon Langi’, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara, saat kegiatan adat berlangsung sejak Kamis hingga Sabtu, 7–9 Mei 2026.
Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto A.W., S.I.K., S.H., M.Si., membenarkan adanya penindakan terhadap para terduga pelaku perjudian tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pengungkapan bermula ketika Tim Resmob tengah melaksanakan pengamanan kegiatan adat Rambu Solo’. Saat ritual adu kerbau berlangsung, petugas mendapati sejumlah orang melakukan taruhan di sela-sela prosesi masuknya kerbau ke arena.
“Petugas kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan enam orang pria yang diduga melakukan perjudian,” ujar Kapolres.
Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp8.417.000 yang diduga merupakan uang taruhan.
Adapun enam pria yang diamankan masing-masing berinisial DN (20), warga Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja; HM (40), warga Kecamatan Tondon, Toraja Utara; AM (30), warga Rindingallo, Toraja Utara; IT (35), warga Rindingallo, Toraja Utara; RK (28), warga Tondon, Toraja Utara; serta PJ (50), warga Tondon, Toraja Utara.
Usai diamankan di lokasi kejadian, keenam terduga pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Toraja Utara guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolres menegaskan bahwa Ma’Pasilaga Tedong merupakan bagian sakral dari upacara adat Rambu Solo’ yang seharusnya dijaga kesuciannya dan tidak disalahgunakan untuk aktivitas melanggar hukum.
“Penindakan ini diharapkan menjadi peringatan keras agar masyarakat tidak memanfaatkan kegiatan adat sebagai sarana perjudian maupun tindakan melanggar hukum lainnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, Polres Toraja Utara berkomitmen menjaga marwah dan kemurnian adat istiadat Toraja agar seluruh rangkaian kegiatan budaya dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai nilai tradisi.














