Torajachannel.com, Makale–Sebanyak 249 mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja resmi dilepas untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) di Kabupaten Tana Toraja tahun 2025.


Acara pelepasan yang berlangsung di Ruang Pola Lantai 4, Kantor Bupati Tana Toraja ini dihadiri oleh para camat, lurah, kepala lembang dari wilayah tujuan KKN, serta unsur pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan FKIPK sekaligus Ketua Panitia KKN-T, Yosef Patandung, M.Pd., menjelaskan bahwa para mahasiswa akan menjalani masa pengabdian selama dua bulan. Mereka dibagi dalam 21 kelompok yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Mappak, Simbuang, Bonggakaradeng, dan Rano. Program KKN-T kali ini berfokus pada pembinaan masyarakat, terutama dalam bidang psikologi dan bimbingan konseling.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yosef menekankan pentingnya mahasiswa untuk menjaga etika, kedisiplinan, serta membangun komunikasi yang baik dengan aparat dan masyarakat setempat. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari karakter dan perilaku mahasiswa selama berinteraksi di tengah masyarakat.
Sebagai tanda resmi pelepasan, dilakukan penyerahan atribut KKN-T kepada perwakilan mahasiswa oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto L. Paundanan, S.H., M.H. Turut mendampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, M. Safar, S.STP., M.H., serta Asisten III Bidang Administrasi Umum, Sulaiman Malia, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Erianto L. Paundanan menyampaikan bahwa KKN merupakan laboratorium kehidupan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah. Ia berpesan agar mahasiswa selalu menjaga kesehatan, etika, serta nama baik almamater. Selain itu, ia mendorong mahasiswa agar mampu menjadi inspirator dan motivator bagi masyarakat, termasuk dalam menggali dan mempromosikan potensi lokal serta melestarikan nilai-nilai budaya Toraja.
Mahasiswa diharapkan dapat menjadikan pengalaman KKN sebagai momentum berharga untuk memperkuat kepedulian sosial, semangat pengabdian, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus pembangunan daerah. (*)














