Torajachannel.com,Makale–Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, secara resmi membuka kegiatan Jambore Daerah Pelayanan Pemuda, Remaja, dan Mahasiswa Pantekosta (Pelpramap) GPdI se-Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang digelar di Kelurahan Padangiring, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Tana Toraja Erni Yetti Riman, Dandim 1414/Tana Toraja, anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja, Ketua Komisi Daerah Pantekosta GPdI Sulawesi Selatan, Kasatpol PP, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para camat dan lurah, serta tamu undangan lainnya.
Jambore Daerah GPdI Sulawesi Selatan Tahun 2026 ini diikuti sekitar 4.000 peserta yang terdiri atas pemuda, remaja, dan mahasiswa Pantekosta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut mengusung tema “Menjadi Jemaat Berkarakter Kristus dan Berdampak bagi Dunia.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg menyampaikan apresiasi atas kehadiran ribuan peserta yang datang ke Kabupaten Tana Toraja untuk mengikuti kegiatan rohani tersebut.
“Bagi masyarakat Tana Toraja, tamu adalah berkat. Apalagi yang datang adalah para pemuda dan remaja untuk mengikuti kegiatan rohani. Tana Toraja merupakan tempat yang tepat untuk penyelenggaraan kegiatan seperti ini karena memiliki suasana yang sejuk, aman, dan masyarakat yang ramah,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya iman dan karakter yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, termasuk penyalahgunaan narkoba dan meningkatnya kasus kejahatan seksual.
Menurutnya, potensi dan integritas seseorang sangat ditentukan oleh kekuatan iman dan karakter. Karena itu, generasi muda diharapkan memiliki ketahanan rohani yang kokoh agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
“Data BNN menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba telah menyasar kalangan remaja. Karena itu, generasi muda harus memiliki ketahanan iman yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Jadilah pembawa damai, termasuk melalui media sosial, dan jangan mudah terpengaruh oleh berbagai opini yang belum tentu benar. Tunjukkan kesaksian hidup melalui prestasi, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Majelis Daerah GPdI Sulawesi Selatan, Pdt. Jootje Poluan, mengajak seluruh peserta untuk bersyukur karena dapat berkumpul dalam kegiatan yang sarat nilai kebersamaan dan pembinaan rohani.
Ia menjelaskan bahwa jambore merupakan pertemuan besar yang tidak hanya menghadirkan kegiatan edukatif dan kebersamaan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter rohani bagi generasi muda gereja.
“Jambore ini berfokus pada kegiatan rohani melalui pujian, penyembahan, dan berbagai aktivitas yang membangun iman. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan aktif dan tertib,” katanya.
Pdt. Jootje juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tana Toraja beserta istri yang telah hadir secara langsung, serta kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan pelaksanaan jambore tersebut.
Melalui kegiatan Jambore Daerah Pelpramap GPdI Sulawesi Selatan 2026, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki karakter Kristus, iman yang kuat, serta semangat persaudaraan yang semakin erat di kalangan pemuda, remaja, dan mahasiswa Pantekosta di Sulawesi Selatan.
Penulis : Sandi Nayoan
Editor : Redaksi














